Opini Tribun Timur

Membentuk Balai Rehabilitasi Narkotika 'Adhyaksa'

Menindaklanjuti Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021 tentang Pendekatan Keadilan Restoratif pada kasus narkotika.

Editor: Sudirman
Muhammad Hatta
Muhammad Hatta, Dokter Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar 

Muhammad Hatta

Dokter Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar

Menindaklanjuti Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021 tentang Pendekatan Keadilan Restoratif pada kasus narkotika, akan dibentuk balai rehabilitasi di tiap propinsi serta kabupaten dan kota.

Hal tersebut tertuang dalam surat arahan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum bernomor B-1687/E/Enz/06/2022 pertanggal 29 Juni 2022.

Ini merupakan pengejawantahan kewenangan penuntut umum untuk menempatkan terdakwa penyalahguna narkotika ke dalam panti rehabilitasi medis dan atau sosial (vide Pasal 13 ayat 3 dan 4).

Balai Rehabilitasi Narkotika Adhyaksa telah didirikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) di 10 provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Banten.

Aceh, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan dan diresmikan Menkopolhukham Mahfud MD pada 1 Juli lalu.

Di tingkat Kejaksaaan negeri (kejari) juga telah dibentuk 24 pusat rehabilitasi yang sama sehingga total berjumlah 34 (Republika, 3/7/22).

Sayangnya tidak dijelaskan lebih lanjut bagaimana tipe dan jenis layanan yang diberikan oleh 34 balai rehabilitasi Adhyaksa tersebut.

Berdasar Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 8807 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Layanan Rehabilitasi Bagi Pecandu, Penyalahguna dan korban Penyalahgunaan NAPZA, pusat rehabilitasi dibagi menjadi rawat jalan (rajal) dan rawat inap (ranap).

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved