Cuaca Ekstrem

Produksi Petani di Sinjai Menurun, Banyak Padi yang Rebah Jelang Panen

Di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Sinjai, tanaman padi masyarakat mengalami kerusakan.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Muh. Irham
ist
Petani di Kelurahan Sangiasserri, Andi Miming membenahi padinya yang sedang terdampak cuaca ekstrem, Jumat (15/7/2022). Cuaca buruk yang terjadi di Sinjai beberapa hari terakhir, membuat petani terancam gagal panen 

SINJAI, TRIBUN-TIMUR.COM - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang berdampak pada rusaknya pertanian masyarakat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Sinjai, tanaman padi masyarakat mengalami kerusakan.

Padi warga tampak rebah saat biji padi mulai menguning.

Hal itu dijumpai di Kelurahan Sangiasserri, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan.

Termasuk beberapa lokasi di Kecamatan Sinjai Tengah dan Kecamatan Bulupoddo.

"Padi rebah saat hujan lebat dan angin kencang," kata Andi Miming, salah seorang petani di Cappagalung, Kelurahan Sangiasserri, Jumat (15/7/2022).

Ia mengaku merugi karena padinya terdampak cuaca ekstrem saat akan dipanen.

"Dulu kami bisa panen 23 karung sebelum rebah, sekarang sisa hasilkan sembilan karung saja," katanya.

Atas kondisi itu, Miming berharap agar ada perhatian pemerintah dengan memberikan bantuan subsidi beras kepada petani yang terdampak cuaca ekstrem.

Dampak cuaca ekstrem di Sinjai diperkirakan terus meluas terhadap tanaman padi warga jika cuaca ekstrem belum berakhir.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved