Kakek Pemilik Warung Cabuli Bocah 10 Tahun di Maros, Korban Diberi Uang Rp 5.000

Wawan menjelaskan kejadian bermula saat korban hendak berbelanja di warung pelaku yang tidak jauh dari rumahnya

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Waode Nurmin
Yonhap News
Ilustrasi Pelecehan - Oknum Kapolsek di Sulawesi Tengah terancam diberhentikan secara tidak hormat usai diduga perkosa anak salah satu tahanan 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Kejadian nahas menimpa seorang bocah asal Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, NI (10).

Ia menjadi korban pencabulan oleh seorang kakek yang tak lain adalah tetangganya sendiri, HPH (50).

Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya bulan lalu kepada keluarganya.

Kanit PPA Polres Maros Ipda Wawan Hartawan mengatakan pihak keluarga yang mendengar pernyataan korban segera membuat laporan ke polisi pada 3 Juli lalu.

"Jadi terjadi pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Lau, Dengan inisal korban NI (10)," katanya, Kamis (14/7/2022).

Wawan menjelaskan kejadian bermula saat korban hendak berbelanja di warung pelaku yang tidak jauh dari rumahnya.

"Korban diancam akan dibunuh oleh pelaku jika tidak mengikuti keinginan pelaku," teranngya.

Saat berada di warung, pelaku lantas meminta korban masuk ke dalam rumahnya.

"Di dalam rumah, pelaku mengancam korban kemudian membuka celana dan memasukan alat kelaminnya," terang Wawan.

Sementara barang bukti yang diamankan berupa pakaian korban

Pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan hasil visum juga ditemukan ada luka di bagian alat vital.

Wawan menambahkan, pelaku sempat mengelak saat dilakukan pemeriksaan oleh pihak penyidik.

Pelaku berdalih saat itu hanya memeluk dan memberikan uang senilai Rp 5.000 kepada korban.

"Tetapi ini berbeda dengan pengakuan korban saat dimintai keterangan," kata dia.

Kini pelaku mendekam di sel Polres Maros.

Atas kejadian tersebut, Pelaku dijerat pidana Pasal 82 Ayat 1 Kinto Pasal 76 (e) Undang Undang Nomor 17 tahun 2016 Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved