Pengusaha Rumah Makan di Maros Keluhkan Naiknya Harga Gas Elpiji, Sehari Gunakan 10 Tabung 12 Kg

Pengusaha rumah makan di Maros mengeluhkan kenaikan gas elpiji nonsubsidi sejak Minggu (10/7/2022).

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL
Pemilik Rumah Makan, Fahmi Amirullah. Pengusaha rumah makan di Maros mengeluhkan kenaikan gas elpiji nonsubsidi. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Pengusaha rumah makan di Maros mengeluhkan kenaikan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi.

Kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi berlaku sejak Minggu (10/7/2022).

Gas LPG ukuran 12 kilogram (kg) dibanderol Rp223 ribu.

Baca juga: Temuan Satpol PP Maros, Banyak Toko Modern yang Tak Punya Izin Operasional

Baca juga: Pengecer di Mallengkeri Jual Gas 12 Kg Rp 225 Ribu 3 Kg Rp 18.500, Tapi Ada Syaratnya!

Manager Agen PT Roslia Intan Rahim, Usman, mengatakan selisih harga jual gas elpiji 12 kg dengan sebelumnya mencapai Rp 25 ribu.

“Sedangkan yang elpiji 5,5 gram dari harga Rp90 ribu menjadi Rp110 ribu,” ungkap Usman, Rabu (13/7/2022).

Ini ketiga kalinya gas elpiji nonsubsidi mengalami kenaikan. Sebelumnya kenaikan terjadi pada Februari dan April.

Pemilik rumah makan, Fahmi Amirullah mengeluhkan kenaikan gas elpiji 12 kg.

"Dari harga sebelumnya hanya Rp198 ribu sekarang Rp223 ribu. Ini sangat memberatkan karena kenaikannya dari agen saja Rp25 ribu, bagaimana kalau di toko biasa," ungkapnya.

Dalam seharinya, dia menggunakan tabung 12 kg nonsubsidi sebanyak 10 buah.

Ia berharap agar pemerintah bisa memberi keringanan dengan menunda kenaikan gas nonsubsidi ini.

"Ya harapan kita ditunda dulu. Karena sekarang sejumlah bahan pokok rumah makan juga sudah naik," ujarnya.

Sementara ia tidak memungkinkan menaikkan harga makanannya sebab akan berpengaruh terhadap pengunjungnya.

"Ya jalan satu-satunya mungkin porsinya yang kita kurangi. Karena jangan sampai kalau kita naikkan pembeli mengeluh," katanya.

Apalagi sejak awal membuka usahanya, ia sudah berkomitmen menggunakan gas 12 kg non subsidi.

"Jangan sampai banyak pengusaha yang sudah punya komitmen justru goyah dan menggunakan tabung elpiji subsidi 3Kg," ujarnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved