4.266 Dosis Vaksin Kedaluwarsa di Maros, Kok Dinas Kesehatan Belum Musnahkan?

Sebanyak 4.266 dosis vaksin kedaluwarsa di Kabupaten Maros. Hal ini disebabkan sedikitnya masyarakat yang ingin melakukan vaksin.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL
Plt Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus. Sebayal 4.266 dosis vaksin kedaluwarsa di Maros. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Sebanyak 4.266 dosis vaksin di gudang Dinas Kesehatan (Dinkes) Maros kedaluwarsa.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus, Rabu (13/7/2022).

Rinciannya 2.266 dosis vaksin terdiri dari empat jenis yakni Coronavac, Astrazeneca , Moderna, dan Covavax.

Baca juga: Temuan Satpol PP Maros, Banyak Toko Modern yang Tak Punya Izin Operasional

Baca juga: 600 ASN Maros Bolos Hari Pertama Kerja Setelah Iduladha, Bupati Chaidir Syam Janji Beri Sanksi

"1.036 dosis Coronavac, 2150 dosis Astrazeneca, 300 dosis Moderna dan 780 dosis Covavax," ujar Muhammad Yunus.

Salah satu penyebab banyaknya vaksin kedaluwarsa diakibatkan berkurangnya sasaran vaksin.

"Sekarang itu masyarakat semakin abai untuk vaksin, apalagi sekarang corona sudah dinggap hal biasa," katanya.

Kedua, penyaluran vaksin ke kabupaten dari provinsi dalam jangka waktunya hampir kurang dari sebulan menjelang kedaluwarsa.

"Sebulan jelang kedaluwarsa baru dikirim dari provinsi, jadi memang harus segera disalurkan dalam waktu singkat itu," ujarnya.

Mantan Kepala Puskesmas itu juga menyebutkan berbagai upaya telah dilakukan untuk menyalurkan vaksin agar mencapai herd immunity. 

Mulai dari vaksinasi massal hingga upaya jemput bola bagi masyarakat pegunungan.

"Kita sudah lakukan banyak cara, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan vaksinasi massal. Bahkan untuk masyarakat pegunungan kita datangi langsung untuk vaksin," ujarnya.

Terkait pemusnahan vaksin yang kedaluwarsa itu, Yunus mengatakan masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari kementerian.

"Untuk sementara vaksin kadaluarsa itu disimpan dulu, sampai menunggu juknis dari kemententerian kesehatan," ungkapnya.

Hingga saat ini, masih ada vaksin yang aman dipakai sekitar 3.400 dosis.

"Bagi masyarakat, kami masih menyediakan vaksin baik dosis satu atau dua maupun booster, yang bisa didapatkan di 14 Puskesmas di Maros," ujarnya.

Diketahui, sasaran vaksin di Kabupaten Maros mencapai 299.356.

Capaian vaksin pertama yakni 87 persen atau 261.599 orang.

Vaksin kedua 55.75 persen, 166.896 orang dan vaksin booster 11 persen atau 35.620 orang.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved