Karyawan Bank Plat Merah di Jeneponto Di-PHK Setelah Gugat THR, Rekening Juga Diblokir

Tidak hanya itu, Fadli yang di-PHK juga mengaku jika rekening miliknya juga telah diblokir sepihak oleh pihak bank.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM/Muslimin Emba
Fadli Akbar dan kuasa hukum Abdullah Jaya ditemui salah satu warkop, Jl Topaz Raya, Makassar, Jumat (8/7/2022) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Fadli Akbar, eks karyawan bank plat merah di Jeneponto, mengaku di-Putus Hubungan Kerja (PHK) sepihak dari tempat kerjanya.

Ia di-PHK saat mengurus kejelasan Tunjangan Hari Raya (THR) yang tidak kunjung dibayarkan.

Fadli melaporkan ketidakpastian THR-nya ke Dinas Ketenegakerjaan Jeneponto, oleh bank BUMN itu dianggap mangkir.

Atas dasar itu, kata dia, bank tempat ia bekerja pun memecatnya.

"Padahal saya memang sementara mengurus gugatan ke Dinas Ketenagakerjaan (Jeneponto) karena THR saya tidak dibayarkan," kata Fadli ditemui salah satu warkop, Jl Topaz Raya, Makassar, Jumat (8/7/2022) malam.

Selain THR yang tidak dibayarkan, dalam gugatannya ke Dinas Ketenagakerjaan, Fadli juga mengaku mengalami penurunan grade tanpa alasan.

"THR tidak dibayarkan, kemudian penurunan grade dan tanpa promosi jabatan," ucapnya yang sudah 12 tahun terakhir mengabdi di bank BUMN itu.

Akibatnya, ia pun tidak dapat berbuat banyak lantaran sudah empat bulan terakhir tidak menerima gaji.

"Saya berharap agar direktur BUMN melihat apa yang saya alami ini agar dapat ditindaklanjuti," harapnya.

Tidak hanya itu, Fadli yang di-PHK juga mengaku jika rekening miliknya juga telah diblokir sepihak oleh pihak bank.

Atas pemblokiran itu, dirinya didampingi kuasa hukum Dr Abdullah Jaya, SH, pun melaporkan pemblokiran sepihak itu ke Polda Sulsel.

Pemblokiran sepihak itu, kata Abdullah Jaya, dapat diduga perbuatan tindak pidana oleh pihak bank.

"Ini adalah dugaan tindak pidana, sehingga klien kami (Fadli Akbar) telah melakukan pelaporan di Polda Sulsel," ucapnya.

Laporan itu bernomor register B/283/VII/2022 Ditreskrimsus.

Ia pun berharap agar kasus itu dapat segera diselidiki Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel.

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved