Imbas Rival Pilkades, Adminitrasi Calon Pengantin di Jeneponto Dipersulit Kades Baltar

Sementara Kepala Desa Balangloe Tarowang, Mansur dengan tegas mengatakan bahwa memang benar ia menolak bertanda tangan, alasannya

Penulis: Muh Rakib | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Kepala Desa Balangloe Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Mansur, Sabtu (9/7/2022) 

TRIBUNJENEPONTO.COM - Sepasang calon pengantin di Desa Balangloe Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto terancam gagal menikah.

Diketahui pasangan calon pengantin itu adalah Muh Asrul S dan Putri Nurul Ifani.

Kedua calon sudah ada jadwal pernikahannya namun dalam pengurusan persyaratan surat menikah dipersulit oleh Kepala Desa Balangloe Tarowang (Baltar) Mansur.

Asrul mengatakan bahwa kepala desanya menolak untuk menandatangani salah satu persyaratan surat-surat pernikahan.

"Tidak mau tanda tangan itu kepala desa katanya," ujarnya, Sabtu (9/7/2022).

Persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh warga yang hendak menikah diantaranya surat N1, N2, dan N4 yang harus ditanda tangani pihak kepala desa atau lurah kedua mempelai.

Sementara Kepala Desa Balangloe Tarowang, Mansur dengan tegas mengatakan bahwa memang benar ia menolak bertanda tangan.

Alasan Kades Baltar tak mau tanda tangan lantaran merasa tidak dihargai.

"Alasannya pak berkasnya orang lain yang bawa ke kantor. Kedua pak, waktu acara lamaran atau bawa uang panai' tidak ada penyampaian," katanya.

Mansur berdalih bahwa orangtua dari calon pengantin merupakan lawan politik pada saat Pilkades lalu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved