Politani Pangkep Sabet Juara 2 dan Harapan 1 Lomba Innovation Technology Competition IV Tahun 2022

AITec ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan kualitas produk dengan penerapan teknologi 4.0.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Waode Nurmin
Humas Politani Pangkep
Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Pangkep berpartisipasi sebagai peserta lomba Innovation Technology Competition (AITeC) IV Tahun 2022 yang digelar di Politani Payakumbuh, Padang (4/7/2022). 

TRIBUNAPANGKEP.COM, PANGKEP - Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Pangkep berpartisipasi sebagai peserta lomba Innovation Technology Competition (AITeC) IV Tahun 2022 yang digelar di Politani Payakumbuh Padang (4/7/2022).

Partisipasi Politani ini merupakan yang kedua kalinya.

Dalam ajang tersebut, Jurusan Peternakan berhasil mengutus dua tim inovasi teknologi bidang pertanian, dan dua orang di bidang kontes masing-masing pada proses karkas ayam dan teknik pengambilan sampel darah unggas.

Kegiatan AITec merupakan agenda rutin dibawah naungan Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BAKORMA) yang diinisiasi oleh Forum Direktur Politeknik Negeri Seluruh Indonesia (FDPNI) sebagai wadah implementasi pengembangan hard skills dan soft skills mahasiswa.

Untuk lomba Inovasi Teknologi dibabak final, masing-masing tim diberi durasi 10 menit untuk mempersentasikan di depan juri mengenai inovasi yang diajukan khususnya teknis kerja dari prototipe inovasi yang dibawakan.

Tim Krisogonus Parto, Fany Wijayanti, dan Ahmad Zulkarnain mempresentasikan judul inovasi "Easy Fermentasi Pupuk Organik Feses Ayam Berbasis Internet of Things (IoT)”.

Krisogonus memaparkan alat ini dibuat untuk memudahkan proses pembuatan fermentasi dengan mengontrol kualitas pupuk secara berkala dan lebih mudah karena dapat diakses melalui web dan smartphone.

Berdasarkan penilaian proposal, video dan presentasi yang telah dilakukan, juri menetapkan prototipe ini sebagai juara ke-2.

Sementara itu, tim Hardiyan, Andi Selvi, Andi Falih, dan Aslan Aswin membuat inovasi teknologi Penetasan Telur dengan Pembalik Otomatis dan Monitoring Pemantauan Telur Secara Realtime Berbasis IoT.

Alat ini dirancang untuk memudahkan peternak dalam menetaskan telur, sehingga bisa mereduksi kegagalan penetasan telur akibat teknis tenaga kerja.

Teknologi yang dibawakan ini berhasil menduduki posisi harapan I.

Untuk sampai ke tahap final, masing-masing peserta dan tim harus melalui beberapa seleksi seperti, seleksi internal (masing-masing institusi), seleksi proposal tingkat nasional, seleksi video kegiatan secara nasional.

Sepuluh peserta terbaik yang melewati seluruh seleksi berhak diikutkan dalam babak final di Politani Payakumbuh Padang.

Pembimbing kedua tim inovasi yang lolos, Alima Bachtiar Abdullahi, mengatakan sangat bersyukur atas pencapaian yang diperoleh.

"Alhamdulillah semua berjalan dengan proses yang baik, berharap ke depan lebih baik lagi. Terima kasih kepada semua pihak atas kerjasamanya".

Ia menyebutkan AITec ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan kualitas produk dengan penerapan teknologi 4.0.

"Yang berwawasan lingkungan serta memperoleh sumber daya manusia muda yang inovatif, kreatif dan cepat beradaptasi dengan setiap perkembangan teknologi bidang pertanian," tutupnya.

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved