Pemkot Makassar

Firman Pagarra Diundang Hadiri International Visitor Leadership Program, Ajang Bergengsi di Amerika

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Firman Hamid Pagarra diundang menghadiri International Visitor Leadership Program (IVLP).

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Kepala Bapenda Firman Hamid Pagarra.Firman Hamid Pagarra diundang menghadiri International Visitor Leadership Program (IVLP). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Firman Hamid Pagarra diundang menghadiri International Visitor Leadership Program (IVLP).

 International Visitor Leadership Program (IVLP) merupakan ajang bergengsi diikuti oleh tokoh-tokoh dunia.

Serta dibiayai oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Baca juga: Modalku Buka Kantor Cabang di Makassar

Baca juga: Firman Pagarra Jadi Pembicara Internasional Bersama Dubes Amerika Serikat dan Jerman

Firman akan mendapat pelatihan bertajuk Summit for Democracy atau konferensi tingkat tinggi terkait demokrasi.

"Selama ada IVLP, Pemkot Makassar baru pertama kali diundang. Pemkot Makassar diundang melalui Bapenda dan mewakili Indonesia," ucap Firman Pagarra, Rabu (6/7/2022).

Firman menduga, kemenangan kotak kosong dua tahun lalu menjadi pertimbangan IVLP mengundang Pemkot Makassar

Itu sesuai dengan tema summit yang diikuti yakni terkait demokrasi.

"Saya menduga ada kaitannya terkait kotak kosong di Makassar 2 tahun lalu. Di mana kotak kosong itu sejarah di Indonesia, sekaligus mau melihat demokrasi di Kota Makassar dan terobosannya," jelasnya.

Selain itu, pengoptimalan digitalisasi pendapatan juga menjadi salah satu pendukung.

Misalnya memberi kemudahan bayar pajak masyarakat dengan digitalisasi.

"Menurut Pemerintah USA, sekarang era digitalisasi itu di gaungkan di daerah Asia Tenggara, khusus Indonesia. Dia melihat ada potensi metode pendapatan untuk jadi lebih meningkat dengan sistem digital," tuturnya.

Besar harapannya agar pelatihan ini bisa memberi manfaat banyak untuk pemerintahan di Makassar, khususnya dalam hal demokrasi.

Untuk memenuhi undangan, Firman menuju Jakarta mengambil izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Setelah itu ia akan terbang ke negeri Paman Sam dan mengikuti pelatihan kurang lebih 10 hari, mulai 11 hingga 22 Juli.

"Sebelum ke sana, saya juga sudah menjalani seleksi dari  seluruh peserta di dunia. Seleksi dilakukan sejak Februari dan dilanjutkan dengan pelatihan secara zoom di April dan Mei," jelasnya.

Diketahui, selain perwakilan Indonesia pelatihan ini juga diikuti oleh 14 orang lainnya dari luar negeri.

Antara lain perwakilan Argentina, Gembia, Germany, Philipina, Polandia, Slovakia,  dan Afrika selatan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved