Pilpres 2024

Sekjen MUI Buya Amirsyah Doakan Gerakan 'Pilpres 2024, Duet NU-Muhammadiyah' yang Digagas ICMI Muda

Sekjen MUI Buya Amirsyah doakan gerakan 'Pilpres 2024, Duet NU-Muhammadiyah' yang Digagas ICMI Muda.

Editor: Hasriyani Latif
ICMI Muda
Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan menerima kunjungan dan silaturrahmi Majelis Pimpinan Pusat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (MPP ICMI Muda) di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (29/6/2022). Duduk di depan Ketua Dewan Istiqamah ICMI Muda AM Iqbal Parewangi, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua Presidium ICMI Muda Tumpal Panggabean, dan Sekretaris Dewan Istiqamah ICMI Muda Safruddin Hamdani. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Buya Amirsyah Tambunan menerima kunjungan dan silaturrahmi Majelis Pimpinan Pusat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (MPP ICMI Muda) di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua dan Sekretaris Dewan Istiqamah ICMI Muda, AM Iqbal Parewangi dan Safruddin Hamdani, Ketua Presidium Tumpal Panggabean, Anggota Presidium Ali Mumdin, dan Bendahara Umum Tuanku Radiyan beserta jajaran MPP ICMI Muda lainnya.

Ketua Dewan Istiqamah ICMI Muda, AM Iqbal Parewangi mengungkapkan kunjungan ICMI Muda ke MUI dalam rangka menyampaikan komitmen ICMI Muda untuk senantiasa istiqamah mengusung gagasan keumatan, termasuk kepemimpinan umat untuk bangsa.

"Dalam hal ini, kami mohon doa restu dan arahan dari MUI terkait apa yang kami sebut sebagai gerakan Pilpres 2024 duet NU-Muhammadiyah atau duet Muhammadiyah-NU. Itu inti yang akan kami sampaikan pada kesempatan ini," ungkap Iqbal Parewangi via rilis yang diterima Tribun-Timur.com, Kamis (30/6/2022).

Terkait desain kepemimpinan nasional, lanjut Iqbal Parewangi, ICMI Muda berharap bangsa Indonesia semakin arif membaca sejarah tentang betapa cemerlangnya kepemimpinan umat untuk bangsa seperti ditunjukkan selama ini oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

"Keteladanan kepemimpinan Muhammadiyah, NU dan Ormas Islam dalam sejarah perlu ditransformasi menjadi kepemimpinan kekinian dan masa depan bangsa ini,” kata Iqbal yang juga penggagas gerakan 'Pilpres 2024, Duet NU-Muhammadiyah'.

Iqbal Parewangi mencontohkan keteladanan tersebut dengan menyebutkan sejumlah data.

Di bidang pendidikan, ada 27 ribu pesantren yang dikelola secara swadaya oleh ormas dan umat Islam, dan sebanyak 5 persen dari total sekolah menengah di Indonesia adalah milik persyarikatan Muhammadiyah.

Iqbal Parewangi juga menyebut 800 ribu lebih masjid di Indonesia merupakan lahan pendidikan generasi bangsa yang luar biasa.

"Pertanyaannya, berapa persen dari alokasi anggaran pendidikan di APBN yang menetes pada puluhan ribu lembaga pendidikan milik ormas dan umat Islam yang sudah begitu ikhlas berkontribusi? Bukannya diapresiasi, malah tidak jarang dipersekusi," jelas Iqbal Parewangi.

Menurut kajian ICMI Muda, lanjut Iqbal Parewangi, di situlah antara lain pentingnya mewujudkan kepemimpinan umat untuk bangsa.

"Siapa yang berkuasa, siapa yang menjadi presiden, itu bahkan bisa membolak-balik APBN sekehendak kebijakannya," katanya.

"Nah kalau pimpinan nasional ditangani oleh para pemimpin umat dari Muhammadiyah, NU, dan Ormas Islam, maka dapat diyakini bahwa APBN akan terdesign untuk kepentingan umat dan bangsa, bukan untuk oligarki," tandas Iqbal Parewangi yang juga ketua Badan Kerjasama Parlemen DPD RI 2014-2019.

Senada dengan itu, Ketua Presidium ICMI Muda Tumpal Panggabean menyebutkan agenda strategis ICMI Muda saat ini tidak lain bertujuan untuk mengkonsolidasikan umat di masa yang akan datang terutama dalam mengisi kepemimpinan nasional.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved