Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Janji Presiden Rusia Putin Saat Hadiri KTT G20 hingga Tak Protes Kehadiran Zelensky Demi Jokowi

Vladimir Putin mengaku sangat hormat kepada Jokowi dan bersedia mengabulkan permintaan Presden RI saat KTT G20

Editor: Ansar
Kolase Kompas.com/AFP
Kolase foto Presiden Jokowi dan Presiden Rusia Vladimir Putin jabat tangan dan Presiden Ukraina, Volodymir Zelensky. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi sosok penting bagi Presiden Rusia,Vladimir Putin.

Putin mengaku sangat hormat kepada Jokowi dan bersedia mengabulkan permintaan Presden RI.

Jokowi membua Putin bernanji tak permasalahkan kehadiran Ukraina di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Putin telah dipastikan akan hadiri KTT G20 yang akan digelar di Bali, Indonesia pada bulan November 2022 mendatang.

Selain Putin, Jokowi diketahui turut mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk datang ke KTT G20.

Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa Rusia tidak peduli apakah nantinya Zelensky akan benar-benar hadir atau tidak.

"Saat ini Zelensky adalah bagian yang tak terpisahkan dari pertemuan apapun," ungkap Lavrov, Selasa (28/6/2022).

Menurut Lavrov, Zelensky dengan senang hati memberikan pidato berlinang air mata dalam pertemuan.

"Rusia tidak peduli," kata Lavrov soal kepastian apakah Zelensky akan hadir atau tidak.

Jokowi saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT ASEAN-Rusia 18-20 Mei 2016.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT ASEAN-Rusia 18-20 Mei 2016. (YouTube Sekretariat Presiden)


"Tetapi kita selalu menghormati aksi negara tuan rumah (Indonesia)," kata Lavrov.

Sebelumnya kepastian kehadiran Putin diumumkan oleh pemerintah Rusia pada Senin (27/6/2022).

 Dikutip TribunWow.com, media asal Rusia RT.com menyoroti bagaimana Jokowi tetap mengundang Putin meskipun sejumlah negara barat memprotes meminta agar Rusia dikeluarkan dari acara G20.

RT.com mengungkit bagaimana Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau telah mengutarakan ketidaksetujuannya langsung kepada Jokowi soal kehadiran Putin di G20.

Media Rusia ini menilai Jokowi tidak menyerah terhadap tekanan yang diberikan oleh negara-negara barat dan tetap mengundang Putin sesuai rencana.

Sebelumnya, dikutip TribunWow.com dari Instagram @jokowi, Jokowi mengatakan satu dari beberapa tujuan perjalanan luar negerinya kali ini adalah melakukan misi perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Sebelum menemui Presiden Rusia Vladimir Putin, Jokowi mengatakan akan lebih dulu mengunjungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Selasa (28/6/2022)
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Selasa (28/6/2022).


Jokowi menegaskan keinginannya untuk mengajak Putin dan Zelensky agar mau berdialog mengakhiri perang yang sudah berlangsung sejak Februari 2022 lalu.

Di akhir pesannya, Jokowi meminta doa dari masyarakat Indonesia.

Berikut caption lengkap yang ditulis Jokowi:

"Saya bersama Ibu Negara dan rombongan terbatas, hari ini memulai perjalanan kunjungan ke beberapa negara.

Pertama-tama, saya ke Munich, Jerman, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.

Di acara ini, Indonesia hadir sebagai negara mitra G7, sekaligus sebagai pemegang presidensi G20.

Dari Jerman, saya memulai misi perdamaian ke Ukraina dan Rusia.

Saya akan mengunjungi Ukraina bertemu dengan Presiden Zelenskyy, lalu ke Rusia menemui Presiden Vladimir Putin.

Di dua negara tersebut, saya mengusung misi yang sama: mengajak kedua pemimpin untuk membuka ruang dialog dan menghentikan perang.

Setelah itu, saya ke Persatuan Emirat Arab untuk melanjutkan kembali pembahasan kerja sama ekonomi dan investasi antara kedua negara.

Mohon doa dari rakyat di seluruh Tanah Air untuk lancarnya perjalanan ini."

Konflik antara Rusia dan Ukraina sampai saat ini masih terus terjadi meskipun beberapa kali telah diadakan perundingan damai.

Semenjak gagalnya perundingan damai di Turki, belum ada lagi agenda besar perundingan damai yang dilakukan oleh Rusia dan Ukraina.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, namun NATO justru meyakini konflik antara Rusia dan Ukraina akan berakhir lewat negosiasi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, Sabtu (25/6/2022).

"Kemungkinan besar, perang ini akan berakhir di meja negosiasi," kata Stoltenberg.

Stoltenberg menjelaskan, saat ini tanggung jawab NATO adalah untuk memastikan Ukraina memiliki posisi yang kuat saat melakukan perundingan dengan Rusia agar kedaulatan negara di Eropa tetap terjaga.

Menurut Stoltenberg, cara paling ampuh untuk membantu Ukraina adalah dengan mengirimkan bantuan militer, ekonomi, hingga sanksi terhadap musuh Ukraina yakni Rusia.

Saat ditanya kapan negosiasi damai akan terwujud, Stoltenberg menolak untuk berkomentar.

"Perdamaian selalu dapat dicapai jika Anda menyerah," kata dia.

"Namun Ukraina berperang demi kemerdekaannya, demi haknya untuk berdiri, demi hak untuk menjadi negara demokrasi tanpa menyerah kepada kekuatan Rusia."

"Dan Ukraina siap untuk membayar harga yang sangat tinggi untuk mengorbankan diri mereka demi nilai-nilai tersebut."

"Bukan hak kita untuk menjelaskan kepada mereka sejauh mana pengorbanan harus dilakukan," papar Stoltenberg.

(TribunWow.com/Anung)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Nyatakan akan Hormati Indonesia, Rusia Sebut Tak Peduli soal Kehadiran Zelensky di KTT G20.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved