PMI Makassar Buat Masyarakat Tangguh Lewat Sosialisasi Manajemen Penanggulangan Bencana

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Ramayana, Jl Gunung Bawakaraeng, Makassar, Kamis (23/6/2022).

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal saat Sosialisasi Manajemen Penanggulangan Bencana angkatan ke-2 PMI Makassar.   

TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar menggelar Sosialisasi Manajemen Penanggulangan Bencana angkatan ke-2.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Ramayana, Jl Gunung Bawakaraeng, Makassar, Kamis (23/6/2022).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan kelurahan tangguh. 

Acara ini diikuti dua kecamatan yakni Kecamatan Tamalate dan Makassar.

Adapun pesertanya terdiri dari KSR, PMR, Sibat dan masyarakat di dua kecamatan tersebut.


Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal yang membuka kegiatan ini secara resmi.


Ia menyampaikan bahwa yang hadir dalam acara tersebut adalah orang yang memiliki citra sebagai orang yang peduli dengan kampung tempat tinggalnya.


Olehnya itu, kehadiran masyarakat diharapkan bisa menjadi inisiator di lingkungannya yang menetap. 


Sehingga kedepan gaya hidup tangguh bencana ini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat setempat. 


"Jadi tidak gampang meki lagi dikompa-kompai. Lebih peduliki sama orang dan lingkungan ta. Sehingga ini membuat kita bisa menikmati kehidupan dengan baik," ucapan Wakil Wali Kota Makassar 2014 - 2019 itu.


Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Abdul Gafur mengatakan, terlaksananya kegiatan ini berkat dukungan pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Makassar.


Menurutnya, kegiatan ini sebagai upaya kesiapsiagaan dalam mengurangi resiko bencana di tengah masyarakat.


Untuk itu, sesuai dengan perencanaan diahkir kegiatan, mereka akan melakukan simulasi di tempat masing-masing. 


Hal ini bertujuan untuk memastikan apa yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi resiko bencana di daerah tersebut.


"Jangan sampai wilayah ta sering kebakaran, nah kita minta perahu karet atau sering banjir terus kita minta apar. Jadi kita mau betul betul sesuai dengan ancaman yang ada di wilayah itu," katanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved