Polisi Ungkap Fakta Oknum ASN yang Kabur Usai Aniaya IRT di Desa Garassikang Jeneponto

Penganiaya ibu rumah tangga (IRT) di Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan hingga kini belum ditangkap.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Hasriyani Latif
dok warga
Oknum ASN saat mengamuk di rumah IRT di Desa Garissikang, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, 16 Juni 2022. Usai menganiaya, pelaku melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran polisi. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BANGKALA - Bastiar, penganiaya ibu rumah tangga (IRT) di Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan hingga kini belum ditangkap.

Bastiar yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jeneponto kabur usai menganiaya IRT.

Polisi hingga saat ini belum menemukan jejak Bastiar yang diduga melarikan diri usai menganiaya.

"Saya dengar begitu, pelaku ini sudah pergi meninggalkan kampungnya. Kita tidak bisa terlalu nampak karena mencari orang terlalu ini," ujar Kapolsek Bangkala, Iptu Sarro, Rabu (22/6/2022).

Adanya informasi pelaku melarikan diri, pihak Polsek Bangkala kordinasi ke tim Resmob Polres Jeneponto untuk mencari pelaku.

"Makanya saya kordinasi ke Resmob untuk menjejaki tempat-tempat pelarian yang dicurigai bahwa dia akan ke sana," bebernya.

Menurut Iptu Sarro, pelaku kerap membuat onar di kampungnya.

Bahkan, pelaku sudah pernah menjalani proses hukum oleh pihak Polsek Bangkala.

"Karena menurut pengalaman dua kali diproses dulu itu. Orangnya memang belut (licin) jarang tinggal di tempat," katanya.

Sekadar informasi, penganiayaan terhadap IRT bernama Saintang terjadi pada 16 Juni 2022.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved