Kemenag-Polres Sinjai Kumpulkan Ormas Islam Setelah Terungkap Pengikut Khilafatul Muslimin

Pada Selasa (21/6/2022), personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri ke Kabupaten Sinjai. Mereka membawa lima orang warga Sinjai ke Polres.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Waode Nurmin
TribunSinjai.com/Samsul Bahri
Kepala Kemenag Sinjai, Jamaris memberi keterangan pers di kantornya, Rabu (22/6/2022) 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Polres bersama Kementerian Agama atau Kemenag Sinjai, Sulawesi Selatan mengumpulkan sejumlah organisasi masyarakat dan keagamaan, Rabu (22/6/2022).

Ormas Islam ini dikumpulkan di Mapolres Sinjai.

Seperti pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Wahdah, Jamaah Tabliq, dan para pengelola pondok pesantren.

Selain itu hadir dari pihak Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sinjai.

" Kami membahas langkah-langkah pencegahan organisasi terlarang, baik kelompok maupun personal di dalam wilayah Sinjai," kata Kepala Kemenag Sinjai, Jamaris saat ditemui di kantornya sore tadi.

Hal itu mencegah adanya warga yang miliki paham radikalisme yang mengancam keutuhan Negara Republik Indonesia di dalam wilayah Sinjai.

Pada Selasa (21/6/2022), personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri ke Kabupaten Sinjai.

Mereka membawa lima orang warga Sinjai ke Polres.

Kelima warga tersebut pernah terlibat sebagai pengikut Khilafatul Muslimin.

Keterlibatan mereka sekitar 10 tahun lalu

Para mantan pengikut Khilafatul Muslimin diminta tidak lagi mengikuti organisasi terlarang itu.

Dan kembali meneguhkan sikap ke NKRI.

Salah satu diantara lima orang pengikut Khilafatul Muslimin diminta mencabut baiat dan mengucapkan janji setia kepada NKRI.

Saat awal pertama masuk kelompok Khilafatul Muslimin dikoordinir mantan kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).

Oknum kepala sekolah tersebut di Sinjai saat ini sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Sedang lima orang saat ini yang tersisa di Sinjai sementara dalam pembinaan Kemenag Sinjai bersama MUI. (*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved