Pilgub Sulsel

Jenderal Masuk Bursa Pilgub Sulsel Hingga Pilpres 2024, Pengamat: SDM TNI Sangat Tersedia

Tak ketinggalan, sejumlah DPD Partai Amanat Nasional kabupaten/kota di Sulsel juga merekomendasikan Jenderal Andika Perkasa maju pilpres 2024.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI
Ketua DPW PKS Sulsel M. Amri Arsyid datang melamar Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad maju calon Gubernur Sulsel 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Partai politik mendorong jenderal TNI maju bertarung kontestasi kepemimpinan, baik nasional maupun daerah.

Partai Nasdem merekomendasikan nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebagai bakal calon presiden bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Tak ketinggalan, sejumlah DPD Partai Amanat Nasional kabupaten/kota di Sulsel juga merekomendasikan Jenderal Andika Perkasa maju pilpres 2024.

Terbaru, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad maju calon Gubernur Sulsel 2024.

Andi Muhammad adalah perwira tinggi bintang dua kelahiran Makassar 7 Agustus 1964.

Sulsel pernah dipimpin gubernur berlatar belakang jenderal TNI, Mayjen Amin Syam periode 2003-2008.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Universitas Muhammadiyah Makassar Andi Luhur Prianto mengatakan, TNI memiliki sumber daya manusia calon pemimpin yang tersedia.


Meski demikian, Luhur mengingatkan, prajurit TNI aktif tidak boleh berpolitik praktis.


"Harus diakui bahwa sumberdaya calon pemimpin politik di TNI sangat tersedia. Tetapi TNI aktif tdk boleh berpolitik praktis," kata Luhur.


Luhur melanjutkan, partai-partai politik mesti menahan diri, untuk tidak mengkapitalisasi ketokohan pimpinan TNI yang masih aktif untuk memperoleh dukungan. 

Ia menyarankan, PKS sebaiknya mempersiapkan kader internal untuk kontestasi pilkada serentak 2024. 

"Pendekatan-pendekatan pada banyak tokoh eksternal memperlihatkan PKS tidak mengkreasi pemimpin dari internalnya," kata Luhur.

Luhur berpandangan, PKS seperti masih mengejar vote-getter, yang sumberdaya politiknya bisa dimobilisasi untuk pileg 2024.

Sementara itu pengamat politik Universitas Bosowa Makassar Arief Wicaksono menilai, fenomena jenderal TNI masuk bursa kepemimpinan nasional ataupun daerah memang menarik dicermati. 

Menurutnya, partai-partai politik saat ini terlihat cenderung mengusulkan figur-figur yang berlatar belakang militer. 

"Parpol-parpol ini sepertinya cenderung memilih figur-figur yang lebih kuat, lebih mandiri, lebih tegas daripada figur pemimpin sebelumnya," katanya.

"Entah mengapa seperti itu, tapi saya yakin kecenderungan itu berasal dari aspirasi masyarakat di dapil anggota legislatifnya," tambah Arief.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved