PSM Makassar

Respon Bernardo Tavares PSM Disebut Sulit Bobol Gawang Lawan

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares merespon soal PSM Makassar masih kesulitan membobol gawang lawannya.

TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
Pelatih PSM, Bernardo Tavares 

TRIBUN-TIMUR.COM, MALANG - Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares merespon soal PSM Makassar masih kesulitan membobol gawang lawannya.

Padahal, mereka melepaskan 21 tembakan di dua pertandingan di penyisihan Group D Piala Presiden 2022. Delapan diantaranya on target.

Sayang, dari percobaan tersebut hanya satu gol berhasil dicetak. Ini menandakan Willem Jan Pluim cs masih bermasalah di penyelesaian akhir.

Baca juga: PSM Vs Persik Kediri, Adu Kuat dan Kreatif Lini Tengah

Baca juga: PSM Vs Persik Kediri di Partai Puncak Grup D Piala Presiden

Persoalan penyelesaian akhir ini pun harus dibenahi segera mungkin oleh Pelatih PSM, Bernardo Tavares.

Terdekat, skuad Laskar Pinisi akan melawan Persik Kediri di penyisihan Group D Piala Presiden 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (19/6/2022) pukul 19.00 Wita.

Laga ini menentukan nasib PSM di Piala Presiden. Jika menang, mereka lolos ke babak delapan besar, kalau kalah langkah mereka terhenti di penyisihan group.

Tavares pun mengakui tim besutannya sulit dalam urusan mencetak gol. Namun, itulah sepak bola.

Ini berkaitan dengan mentalitas harus dibangun dan diperbaiki.

"Itulah sepak bola, kita bisa menunggu sampai seharian, kalau bola itu tidak mau masuk ya tidak mau masuk. Jadi Ini berkaitan dengan mentalitas yang harus dibangun dan diperbaiki," kata Bernardo Tavares saat konferensi pers, Sabtu (18/6/2022).

Meski demikian, ia tetap optimis masalah penyelesaian akhir segera teratasi. Sisa menunggu waktu saja.

"Saya percaya tinggal menunggu momen saja. Pada saat bolanya akan masuk, bola pertama masuk dengan finishing yang bagus dengan crossing yang bagus. Tinggal menunggu nanti saja kucuran-kucuran gol yang lain," tegas pelatih 42 tahun ini.

Setiap latihan, Bernardo Tavares terus melatih terkait teknis penyelesaian akhir. Namun, terpenting menurutnya adalah mentalitas pemain.

Perlu diingat klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) ini finish di peringkat 14 dengan 38 poin. Berjuang keluar dari zona degradasi musim lalu.

"Kita tidak boleh lupa realita tersebut, pemain kita sedang membangun mental. Pemain kita yang tidak mempunyai jam terbang yang banyak di Liga 1 harus disiapkan mereka secara mental juga," kata Bernardo Tavares.

"Saya siapkan mereka dengan sesi individual dan secara tim. Perlu diperbaiki memang mental, untuk memperbaiki butuh waktu. Kita lihat saja prosesnya nanti," tutup
Bernardo Tavares. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved