Kelapa Sawit

Suara Hati Petani Kelapa Sawit dari Luwu Utara untuk Presiden Jokowi

Petani bernama Salmita menyebut, saat ini harga pembelian TBS oleh pabrik di Luwu Utara di bawah standar.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Muh. Irham
Tribun Lutra
Para petani kelapa sawit di Desa Saptamarga, Kecamatan Sukamaju, Luwu Utara, Sulsel, membakar tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, Selasa (14/6/2022). Aksi ini mereka lakukan sebagai bentuk protes atas rendahnya harga TBS di Luwu Utara 

Sukamaju, Tribun - Petani kelapa sawit melakukan aksi bakar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Desa Saptamarga, Kecamatan Sukamaju, Luwu Utara, Sulsel, Selasa (14/6/2022).

Aksi ini dilakukan sejumlah petani bersama pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Aksi ini mereka lakukan sebagai  bentuk protes terhadap rendahnya harga TBS.

Petani bernama Salmita menyebut, saat ini harga pembelian TBS oleh pabrik di Luwu Utara di bawah standar.

Belum lagi adanya pemberlakuan potongan wajib 3-9 persen.

Kata dia, rendahnya harga TBS akibat dari belum diberlakukannya ekspor minyak sawit atau CPO.

"Kami kecewa dengan pemerintah yang belum membuka ekspor CPO, ini membuat harga TBS rendah," kata Salmita.

Ia berharap Presiden Jokowi memecat pejabat yang bermain sehingga menyebabkan harga TBS rendah.

"Makanya kami membakar TBS milik kami, kami meminta Pak Presiden Jokowi mencopot menteri yang tidak sejalan dengan keinginan presiden," sambung ibu dua anak ini.

Salmita yang juga pengurus Apkasindo Luwu Utara meminta pemerintah tidak membuat banyak aturan terkait dengan ekspor CPO.

Sebab yang kena imbasnya adalah petani.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved