St Rabihah Siddik Meninggal

Kabar Duka dari Muhammadiyah, Istri KH Djamaluddin Amien Meninggal Dunia

Hj St Rabihah Siddik, istri mendiang KH Djamaluddin Amien meninggal dunia, Minggu (12/6/2022) malam.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sukmawati Ibrahim
Dok Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel
Ucapan duka cita dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kabar duka datang dari Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Hj St Rabihah Siddik, istri mendiang KH Djamaluddin Amien meninggal dunia, Minggu (12/6/2022) malam.

St Rabihah tutup usia pada pukul 23.50 Wita di kediamannya Jalan Talasalapang, Minggu (12/6/2022) malam.

"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya Hj St Rabihah Siddik," demikian penyampaian PW Muhammadiyah Sulsel yang dikutip Tribun Senin, (13/6/2022) pagi.

St Rabihah Siddik adalah ibu kandung dari Sekretaris Prodi Ilmu Pemerintahan Unismuh, Harakan Djamal.

Kabag Humas Unismuh Hadi Saputra menyampaikan, jenazah St Rabihah rencananya disalati bakdah duhur di masjid Kampus Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar.

Jenazah rencananya dimakamkan di Kabupaten Bantaeng.

"Rencana disalati di Unismuh Bakdah dzuhur lalu dibawa ke Bantaeng untuk dimakamkan," kata Hadi saat dihubungi Senin (13/6/2022).

Keteladanan dari Rabihah

Ketua Majelis Tabligh PWM Sulsel Dr Dahlan Lamabawa ikut meyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Rabibah.

Dahlan mengenang sosok keteladanan dan keramahan Rabihah. Berikut tulisannya dikutip Tribun Timur:

Saya mengenal almarhumah, ibu Hj.Rabihah, istri allahuyarham KH Djamaluddin Amien, yang wafat 12 Juni 2022 (tadi malam), sejak tahun 1992 saat masih MABA Unismuh Makassar pada Fakultas Ushuluddin (sebelum melebur menjadi FAI Prodi KPI 1994).

Saat itu untuk pertama kalinya saya mengenal almarhumah ketika mengantar seorang teman MABA asal Bali yang hendak masuk Islam di rumah Pak Kyai bilangan Jl Sultan Alauddin, samping MAN Model sekarang.

Diantara 800 MABA kala itu, ada Iwayan Sulastri, MABA yang mendaftar di Fakultas Tarbiyah tapi masih beragama Hindu saat ikut OPSPEK di Kampus II Mappaoddang, dengan niat mau masuk Islam.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved