Partai Demokrat

Ikuti Jejak IAS, Amirullah Nur Saenong Segera Tinggalkan Demokrat Sulsel

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Maros Amirullah Nur Saenong mengaku, ingin mengikuti langkah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mencari partai baru.

DOK PRIBADI
Ketua DPC Demokrat Maros Amirullah Nur Saenong (kanan) bersama Ketua DPC Demokrat Pinrang Andi Irwan Hamid (kiri). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua DPC Demokrat Kabupaten Maros Amirullah Nur Saenong mengaku, ingin mengikuti langkah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mencari partai baru.

Ia dengan tegas memastikan, akan mundur dari partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam waktu dekat.

Mantan anggota DPRD itu tidak ingin lagi memimpin DPC Demokrat Maros.

Amirullah pun mempersilakan Ketua DPD Ni'matullah Rahim Bone mencari pemimpin cabang baru.

"Jadi saya tidak akan mencalonkan diri lagi, silakan cari pengganti Ketua Demokrat Maros. Apakah mau menunjuk kambing sepotong, orang sepotong jadi ketua, terserah. Itu haknya saudara Ni'matullah," katanya di Cafe Ko Heng Jalan Boulevard Makassar Sabtu (11/6/2022).

Amirullah berharap, partai segitiga mercy tetap jadi partai besar ke depan.

Ia mendoakan Demokrat mampu mempertahankan posisi 4 besar di Sulsel ke depan.

Amirullah mengenang Demokrat pernah berjaya meraih posisi kedua di Sulsel pada 2014 lalu.

Saat itu, Demokrat Sulsel meraih 11 kursi, hanya kalah dari Golkar 18 kursi yang dipimpin Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Pada pemilu 2019, Demokrat (10 kursi) turun ke posisi keempat , di bawah Golkar 13 kursi Nasdem 12 kursi dan Gerindra 11 kursi.

"Kita doakan Demokrat Sulsel ke depan minimal mempertahankan posisi 4 besar. Jangan sampai turun ke posisi kelima atau keenam. Itu tugas saudara Ni'matullah. Kita membantu lewat doa sekarang," katanya.

"Jadi suka-suka kita dong mau pindah partai. Yang penting tidak meninggalkan beban. Saudara Ni'matullah jangan komentari kader yang mau pindah, itu hak kader dalam sebuah organisasi," lanjutnya.

Amirullah mengatakan, tidak ingin bertahan di Partai Demokrat karena sudah menolak laporan pertanggungjawaban Pengurus DPD Demokrat Sulsel periode 2016-2021.

Ia menyebut istilah, bertahan di Partai Demokrat bagaikan menjilat kembali air ludahnya.

"Presiden BJ Habibie secara kesatria memutuskan tidak mencalonkan diri sebagai calon presiden setelah LPj ditolak. Untuk itu kami secara kesatria ingin mundur dan tidak ingin lagi dipimpin saudara Ni'matullah. Kalau saya tetap di Demokrat, sama saja saya muntah, saya jilat lagi air liur saya. Iya toh," katanya. (*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved