Piala Presiden 2022

Bernardo Tavares Soroti Keputusan Wasit di Laga PSM vs Arema FC, Indonesia Perlu VAR

Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares menyoroti sejumlah keputusan wasit di laga lawan Arema FC.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sukmawati Ibrahim
KASWADI/TRIBUN TIMUR
Penerjemah bahasa PSM, Roy Wanson, Pelatih PSM, Bernardo Tavares dan pemain PSM, Rizky Eka Pratama ucapnya saat konferensi pers usai laga PSM vs Arema FC, Sabtu (11/6/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MALANG - Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares menyoroti sejumlah keputusan wasit di laga lawan Arema FC.

PSM lawan Arema FC pada penyisihan Group D Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan Malang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (11/6/2022).

PSM menang 1-0 atas Arema FC. Gol kemenangan Laskar Pinisi dicetak Willem Jan Pluim di detik 33.

Laga ini dipimpin Nasur Fadillah asal DKI Jakarta dibantu asisten wasit 1 Harry Cristanta asal Yogyakarta dan asisten 2, Beni Andriko.

Baca juga: Taklukkan Arema FC, Pelatih PSM Bernardo Tavares: Peluang Pertama Berbuah Gol

Baca juga: PSM Dedikasikan Kemenangan Atas Arema FC untuk Suporter PSM Ilham Darmawan yang Meninggal Dunia

Selama 90 menit pertandingan, Bernardo Tavares memang berulang kali protes terhadap keputusan wasit.

Dia mendatangi wasit cadangan yang berada di pinggir lapangan.

Keputusan paling disorotinya yakni ketika Everton Nascimento dianggap offside di menit 43.

Padahal, penyerang asal Brazil tersebut masih berada di area pertahanan PSM untuk berlari mengejar bola.

Baca juga: PSM Makassar Pakintaki Arema FC

Baca juga: Taklukkan Arema FC, Pemain PSM Kenzo Nambu Tampil Meyakinkan

"Kita memiliki beberapa peluang lagi dan
terkhusus kepada wasit menganulir peluang kita yang menganggap bahwa penyerang kita (Everton) melakukan hal yang offside dan ternyata pemain ini lari dari belakang pertahanan, saya tekankan lagi, dia melakukan lari dari garis akhir pertahanan terakhir Arema," jelasnya saat konferensi pers usai laga, Sabtu (11/6/2022) malam.

Pelatih 42 tahun menyebut, siapapun bisa membuat kesalahan, baik itu pelatih maupun wasit.

Namun, pada laga tadi banyak kesalahan yang terjadi dari keputusan wasit.

Menurutnya, jika Indonesia memiliki video assistant referee (VAR), kesalahan itu akan terlihat jelas.

"Kalau Indonesia memiliki VAR, akan terlihat jelas di mana hal-hal perlu ditingkatkan," tutur Tavares.

Setelah lawan Arema FC, PSM akan bertanding dengan Persikabo 1973 di lanjutan penyisihan Group D.

Pertandingan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Rabu (15/6/2022) pukul 17.00 Wita. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved