Masika ICMI
Bakar Semangat Mahasiswa Lewat Akademi Tunas Cendekia, Cara Masika ICMI Lahirkan Intelektual Muda
Sayap muda Masika ICMI ini menghimpun para mahasiswa atau para calon sarjana.
TRIBUN -TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengurus Nasional Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (PN Masika ICMI) punya cara tersendiri dalam menghadirkan intelektual muda yang berkompeten.
Salah satu upayanya dengan menghadirkan Akademi Tunas Cendekia Indonesia MASIKA ICMI.
Sayap muda Masika ICMI ini menghimpun para mahasiswa atau para calon sarjana.
Tidak sekedar rumah aspirasi bagi mahasiswa, sejumlah agenda atau program kerja dari Akademi Tunas Cendekia Indonesia MASIKA ICMI ini mengkaji tentang isu terkini yang berkaitan dengan kebangsaan.
Beranjak dari pikiran itu, Masika ICMI dan Akademi Tunas Cendekia Indonesia pun menggelar simposium nasional.
Simposium nasional yang dilaksanakan di Hotel La Macca, Universitas Negeri Makassar, JL AP Pettarani, Makassar ini di buka langsung Wakil Ketua Umum Pengurus Nasional, Ismail Suardi Wekke, Jumat (10/6/2022).
Ismail Suardi Wekke dalam sambutan pembukaan mengemukakan bahwa Akademi Tunas Cendekia Indonesia merupakan program Pengurus Nasional MASIKA ICMI dalam memberi ruang-ruang ekspresi bagi calon-calon sarjana.
“Sekaligus mengapresiasi para tokoh bangsa yang tidak saja memiliki kapasitas di dalam negeri tetapi dalam skala global, seperti BJ Habibie,” kata Ismail.
Pengurus Nasional MASIKA ICMI juga memprogramkan Habibie-Erbakan Fellowship sebagai sebuah platform menjembatani kerjasama Indonesia-Turki.
Sejak Desember 2021, program Habibie-Erbakan Fellowship menjadi rintisan, sekaligus berkomunikasi dengan Necmettin Erbakan University, dan Institut Teknologi BJ Habibie Parepare.
Tak hanya itu, dalam waktu singkat ini juga akan dibentuk Pusat Studi Pengembangan Wilayah Ahmad Amiruddin.
Pembentukan pusat studi ini sebagai upaya dalam mengkaji warisan-warisan Ahmad Amiruddin yang dinikmati masyarakat Sulawesi Selatan.
Ismail Suardi Wekke yang baru saja dilantik sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Abdul Haris mengemukakan bahwa STIA Abdul Haris dapat menjadi bagian kolaborasi MASIKA ICMI dalam pengembangan pengetahuan, termasuk memberi apresiasi bagi tokoh-tokoh pemimpin Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Prof Syarif Hasan, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menguraikan bahwa kelangsungan bangsa ini diantaranya melalui anak muda.
“Kegiatan ini sebuah momentum strategis, dimana anak-anak muda mengkaji urusan kebangsaan,” kata Prof Syarif Hasan yang juga kader Partai Demokrat.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Akademi Tunas Cendekia Indonesia dalam laporan panitia pelaksana bahwa pelaksanaan simposium nasional ini dalam rangka soliditas wawasan kebangsaan di kalangan anak muda.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/masikkaaa44-icmi.jpg)