Rusia vs Ukraina
Ukraina Kecam Pernyataan Macron, Minta Rusia Tidak Dipermalukan
Ukraina mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron setelah dia menyarankan agar Rusia tidak dipermalukan dalam perangnya.
Penulis: Nur Fajriani D | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM - Ukraina mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron, setelah dia menyarankan agar Rusia tidak dipermalukan dalam perangnya.
Ini disebut untuk menjaga pintu tetap terbuka bagi hubungan diplomatik yang baik antara Barat dan Moskow setiap kali konflik berakhir.
Dikutip AlJaazera, Komentar Macron menimbulkan kemarahan Kyiv, yang mengecam posisi presiden Prancis.
Baca juga: Detik-detik Bangkai Helikopter Mi-35M Rusia Ditarik Keluar dari Sungai, 2 Mayat Ditemukan
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan, dengan blak-blakan bahwa komentar itu “hanya dapat mempermalukan Prancis”.
Sejak Moskow menginvasi Ukraina pada akhir Februari, Macron telah berusaha untuk menjaga saluran komunikasi terbuka dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sikapnya telah berulang kali dikritik oleh beberapa mitra Timur dan Baltik di Eropa, karena mereka melihatnya sebagai upaya untuk mendorong Putin ke meja perundingan.
Presiden Prancis mengatakan mitranya dari Rusia membuat kesalahan "bersejarah dan mendasar" dalam menginvasi Ukraina. Tetapi penting "untuk tidak mempermalukan Rusia sehingga pada hari pertempuran berhenti, kita dapat membangun jalan keluar melalui saluran diplomatik". (*)