Satu Korban Kapal KM Pertiwi Kembali Ditemukan Meninggal, Ciri-ciri Menggunakan Daster Abu-abu

Sebelum dibawa ke Makassar, mayat lebih dahulu dibawa ke Pulau Pamantauang.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Waode Nurmin
Kapolsek Liukang Kalmas
Penemuan korban KM Ladang Pertiwi, Jumat sore 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKEP - Mayat wanita diduga korban Kapal tenggelam KM Ladang Pertiwi ditemukan mengapung, Jumat (3/6/2022).

Mayat tersebut ditemukan oleh seorang nelayan yang hendak mencari ikan.

Kapolsek Liukang Kalmas, AKP Rusli mengatakan mayat tersebut ditemukan pada pukul 15.00 WITA.

"hari ini sekitar jam 15. 00 wita kembali ditemukan 1 Jenazah di perairan Pulau Pammantauang," ujarnya.

Mayat perempuan itu mengenakan daster berwarna abu-abu.

Kondisinya sudah sulit dikenali.

"saat ini jenazah sudah di bibir pantai Pulau Pammantauang diatas Kapal KM Cahaya Baru," katanya.

Sebelumnya dua jenazah diduga korban tenggelamnya KM Ladang Pertiwi berhasil ditemukan pada Kamis siang.

Korban tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Jumat (3/6/2022) pagi.

Kedua jenazah tanpa identitas itu dibawa KN SAR Kamajaya yang melakukan operasi pencarian enam hari terakhir.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Muh Rizal, mengatakan dua mayat itu ditemukan mengapung di sekitar Pulau Pamantauang.

Lokasinya masih dalam kawasan Selat Makassar, lokasi KM Ladang Pertiwi diperkirakan tenggelam.

"Dua jenazah ini kami temukan kemarin di hari ke enam operasi SAR, tanggal 2 Juni," kata Muh Rizal.

"Kami temukan itu pada pukul 16.40 Wita kurang lebih 15 NM (Notical Mile) timur laut Pulau Pamantauang," lanjutnya.

Keduanya lantas dibawa ke Makassar untuk keperluan identifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel.

"Kami bawa ke Makassar sesuai dengan arahan esemsi selaku pengendali operasi," ujarnya.

Mayat yang sulit dikenali itu pun diserahkan ke pihak DVI untuk diidentifikasi

"Kami bawa ke Makassar hari ini, tiba jam 9 kami serahkan ke teman-teman DVI Polda Sulsel," bebernya.

Sebelum dibawa ke Makassar, mayat lebih dahulu dibawa ke Pulau Pamantauang.

Dengan harapan, ada warga yang mengenali dua mayat tersebut melalui identifikasi visual.

Namun, hingga malam hari, tidak seorang pun warga Pamantauang yang mengenali kedua mayat itu.

"Kami sempat bawa ke pulau dulu kami ajak keluarga untuk identifikasi secara visual," ucapnya.

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved