Video: Ramainya Pedagang Pernak-pernik Haji di Halaman Masjid Al-Markaz Maros
Pedagang musiman ini sengaja berjualan setelah mendapatkan informasi mengenai jadwal pelaksanaan manasik haji tingkat kabupaten di Maros.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Belasan pedagang pernak-pernik haji musiman memenuhi halaman Masjid Al-Markaz Maros, Senin (30/5/2022).
Pedagang musiman ini sengaja berjualan setelah mendapatkan informasi mengenai jadwal pelaksanaan manasik haji tingkat kabupaten di Maros.
Para pedagang tentunya menyembut dengan gembira, pelaksanaan haji kalo ini usai dua tahun sebelumnya sempat tersendat karena pandemi Covid-19.
Salah satun pedagang Perlengkapan Haji, Muhammad Jabir yang saat ini berjualan di pelataran Masjid Al- Markaz mengatakan, saat ini omzet jualannya sudah cukup membaik.
“Meskipun tidak seramai dua tahun sebelumnya, sebab saat ini masih ada efek Covid-19. Tapi ya saya tetap bersyukur, masih ada orang-orang (konsumen) dan sudah mulai beli," katanya.
Dia mengatakan selama dua tahun terakhir sama sekali tidak ada keuntungan dari hasil penjualanya.
“Selama pandemi ini tidak ada keuntungan sama sekali, karena acara seperti manasik haji kan tidak ada, jadi selama dua tahun itu saya hanya membantu istri berjualan kue dirumah” bebernya.
Dia berjualan perlengkapan haji saat acara Bimbingan Manasik Haji yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama beserta rombongannya.
Dia mengaku punya rombongan yang selalu berjualan pada acara-acara manasik haji, seperti sudah mempunyai komunitas sendiri setiap tahun keliling dan saat mendapat info langsung berangkat.
“Kami jualannya berpindah-pindah, kemarin kami jualan di Gowa, dan Takalar, dimana ada jamaah calon haji yang manasik kita jualan disana, kita dapat info jadwal manasik haji dari asrama haji,” ujarnya.
Mengenai omset, dirinya menuturkan biasanya penghasilan tiap kali menjajakan dagangannya selalu diangka Rp 1- 2 juta dan saat ini terbilang menurun.
“Rp 1 juta hingga Rp 2 juta itu waktu sebelum pandemi, namun untuk sekarang, masih dikisaran Rp 400 Ribu,” imbuhnya.
Dia mengaku gusar, sebab usahanya sempat macet total akibat larangan haji dan umrah pada 2020 lalu dan takut hal tersebut terulang kembali.
“Pastinya kami takut, hal tersebut terulang kembali, takut tak punya penghasilan lagi,” ucapnya.
Selengkapnya simak video:(*)