KM Ladang Pertiwi 1 Hilang

KM Ladang Pertiwi Ternyata Bukan Kapal Penumpang, Syahbandar Paotere: Statusnya Kapal Nelayan

KM Ladang Perwiti kata dia tidak pernah melapor saat sandar maupun saat hendak berlayar.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Koordinator Syahbandar Pos Paotere Makassar, Nufrizal. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi yang tenggelam di perairan sekitar Selat Makassar, merupakan kapal nelayan.

Kapal yang mengangkut sekitar 43-50 orang itu berlayar dari Pelabuhan Paotere Makassar menuju Pulau Kalmas Pamantauang, Kabupaten Pangkep, Kamis malam.

Koordinator Syahbandar Pelabuhan Paotere Makassar, Nufrizal mengatakan, KM Ladang Perwiti tidak semestinya memuat penumpang.

Sebab, kapal kayu berwarna kuning- putih abu-abu itu merupakan kapal nelayan.

Baca juga: 17 Penumpang KM Ladang Pertiwi Dikonfirmasi Basarnas Sulsel Selamat

"Untuk status kapalnya itu, kapal nelayan, bukan kapal barang. Untuk perizinannya ada di Syahbandar perikanan, bukan di kami," kata Nufrizal ditemui wartawan di kantornya.

Pihaknya pun mengaku tidak mengetahui persis penyebab kapal nelayan itu dapat memuat penumpang.

Pasalnya, KM Ladang Perwiti kata dia tidak pernah melapor saat sandar maupun saat hendak berlayar.

"Mohon ijin kronogisnya itu (kami kurang tahu) karena kapal Ladang Pertiwi itu datangnya tidak pernah datang melapor, berangkatnya juga tidak pernah melapor," ungkapnya.

Baca juga: Enam Guru dan Staf Juga Istri Kepala Sekolah SMAN 16 Pangkep ikut di KM Ladang Pertiwi yang Hilang

"Untuk jenis barang muatannya kami juga tidak tahu, penumpangnya juga kami tidak tahu," sambungnya.

Meski demikian, pihaknya mengaku telah mendapatkan informasi dari keluarga korban.

"Kalau dari keluarga korban ada 35 orang yang naik, yang selamat sementara baru 17 orang," tuturnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved