Pajak

Pengunjung Kafe dan Warung Makan di Jeneponto Dikenakan Pajak 10 Persen

Pelaku usaha kafe dan warung makan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan akan kenakan pajak sebanyak 10 persen pada pengunjung.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Sukmawati Ibrahim
M RAKIB/ JENEPONTO
Syarifuddin Lagu, Kepala Bapeda Kabupaten Jeneponto, Jumat (27/5/2022). 

TRIBUN-JENEPONTO.COM - Pelaku usaha kafe dan warung makan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan akan kenakan pajak sebanyak 10 persen pada pengunjung.

Pungutan pajak tersebut akan dimasukkan ke kas daerah diperuntukan pembangun.

Hal ini disampaikan, Kepala Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapeda) Jeneponto Syarifuddin Lagu.

"Jadi kita kenakan pajak restoran pajak makan minum, makanya dibeberapa rumah makan itu kita pasangi empos. Empos ini terkoneksi di Bapeda dengan Bank BPD kan disitu masuk kas daerah," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/5/2022).

Dalam proses pemberlakuan pajak di kafe ataupun di warung makan masih banyak belum paham.

Lantaran, pelaku usaha kafe dan makanan mengira lokasi warung makannya yang dikenakan pajak.

"Banyak orang tidak paham dengan pajak ini, dia kira, dia dipajaki. Padahal pajak ini adalah pengunjung yang datang," ungkapnya.

Lanjutnya, pengunjung membayar senilai Rp10 ribu, maka harus bayar pajak Rp1000 karena pajak 10 persen.

"Jadi pemilik rumah makan inilah yang membantu kita untuk memungut dari pengunjung," katanya.

Menurutnya, sudah ada 60 kafe dan warung makan terpasangi empos.

"Kalau yang terpasang empos sekarang itu sekitar 60 lebih dan kita harapkan semua yang belum itu dengan kesadarannya maulah karena inikan bukan untuk pribadinya Bapenda," bebernya.

Lebih lanjut, jika ada catau warung makan tidak taat bayar pajak maka akan diberi sanksi oleh pihak terkait. Seperti mencabut izin usahanya.

"Minimal perpanjangan izin usahanya seharusnya distop dan dalam melakukan aktivitas usaha yah seharusnya melampirkan bukti-bukti pembayaran pajak," tutupnya. (*)

Laporan Kontributor Tribun Jeneponto, Rakib

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved