Ketua DPRD Andi Patarai Amir Ungkap Daging Bisa Langka dan RPH Tutup Jika PMK Masuk Maros
Patarai menambahkan, dampak dari PMK akan merugikan para peternak di Maros.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Waode Nurmin
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sedang menyerang ribuan hewan ternak di beberapa daerah di Indonesia.
Meski belum masuk Maros, namun Ketua DPRD Kabupaten Maros, Andi Patarai Amir, sudah meminta pemerintah daerah segera mengantisipasi hal tersebut.
“Pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait untuk mengatisipasi mulai dari sekarang terkait kasus PMK,” katanya, Jumat, (27/5/2022).
Politikus Golkar itu menyatakan pengecekan hewan ternak secara intensif perlu dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Maros.
“Sosialisasi juga perlu digencarkan ke peternak, pedagang daging hingga ke pasar hewan,” ucapnya.
Patarai menambahkan, dampak dari PMK akan merugikan para peternak di Maros.
“Makanya saya meminta diadakan pengawasan yang ketat, karena jika sampai masuk Rumah Potong Hewan (RPH), maka RPH akan tutup dan berimbas pada kelangkaan daging di masyarakat,” ujarnya.
Dia mengatakan banyak di antara masyarakat yang ekonominya bergantung pada hasil ternak.
“Makanya, langkah-langkah cepat dan proteksi dari pemerintah diperlukan untuk mengantisipasi PMK ini,” ujarnya.
Apalagi saat ini, ia menilai pemakaian hewan kurban akan meningkat dihari Idul Adha.
Sehingga kesehatan hewan ternak perlu diperhatikan betul.
Oleh karena itu, ia mengimbau pemilik ternak di Maros untuk berhati-hati dan selalu waspada.
“Agar para peternak selalu menjaga kebersihan kandang dan memperhatikan kesehatan hewan peliharaan,” bebernya.
Dia juga berharap dengan maraknya PMK pada hewan ternak tidak menganggu potensi peningkatan populasi hewan ternak yang ada di Maros.
“Sangat disayangkan bila kesehatannya tidak terkontrol oleh wabah penyakit ini,” ungkapnya.