Target Eliminasi Filariasis, Pemkab Pangkep Cegah Penularan Kaki Gajah di Liukang Kalmas

Cacing filaria dewasa hidup di saluran dan kelenjar getah bening, sementara anak cacing atau microfilaria berada di dalam darah.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Waode Nurmin
Humas Pemda Pangkep
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau melepas tim kesehatan yang terdiri dari Dinas Kesehatan Pangkep, Kementerian Kesehatan, Dinas Provinsi Sulawesi Selatan, Puskesmas Liukang Kalmas, dan personil TNI Kodim 1421 Pangkep untuk melakukan pemberian obat kaki gajah atau filariasi di dua pulau di Desa Kayuran Kecamatan Kalmas. Tim berangkat melalui dermaga Maccini baji Kamis, 12 Mei 2022 kemarin dan berada di pulau tersebut selama sepekan. 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKEP -Pemerintah Kabupaten Pangkep terus berupaya memutuskan rantai penularan ancaman penyakit kaki gajah yang menghantui masyarakat di dua pulau yang ada di Desa Kayurang Kecamatan Liukang Kalmas.

Sejak ditemukan di tahun 2013 hingga tahun 2021 Kabupaten Pangkep belum termasuk kategori eliminasi filariaris atau keadaan dimana penularan filariasis sedemikian rendahnya sehingga penyakit kaki gajah tidak menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Herlina menyebutkan, tingkat keseriusan masyarakat melihat penyakit ini menjadi kendala yang dihadapi.

Selain aktivtias masyarakat pulau yang selalu meninggalkan pulaunya untuk keluar mencari nafkah.

"Salah satu hal yang mampu memutuskan penyebaran cacing virus ini, adalah rutin minum obat," kata Herlina.

Sebanyak 60-an orang rombongan tim dari Dinas Kesehatan Pangkep, Puskesmas Kecamatan Liukang Kalmas bersama tim Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dan perusaaan BUMN PT Semen Tonasa serta personil aparat TNI Kodim 1421 Pangkep Kamis, (12/05/2022).

Perjalanan ditempuh selama 19 jam untuk tiba di pulau Doang-Doangan Caddi yang ada di Desa Kayurang dengan menggunakan kapal laut yang mampu menampung hingga ratusan orang.

Bagi tim kesehatan, masyarakat Doang-Doangan Caddi merupakan sasaran pertama pemberian obat.

Rencananya tim akan sepekan untuk kegiatan pembagian obat di wilayah kepulauan Kecamatan Kalmas.

Di Doang Doangan Caddi, tim membagi diri menjadi 25 kelompok yang menyasar tiap penghuni rumah dan mendata berdasarkan kartu keluarga masyarakat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved