Negara Lain Mengancam Setelah Jokowi Ngotot Undang Putin Hadiri KTT G20 di Bali, Joe Biden Bertindak
Masalah lain muncul saat sejumlah kepala negara anggota G-20 mengancam memboikot KTT G-20 bila Vladimir Putin ikut hadir di acara tersebut
TRIBUN-TIMUR.COM - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 akan digelar akhir tahun nanti di Bali.
Indonesia kini menjadi tuan rumah acara yang akan dihadiri sejumlah pemimpin negara di dunia tersebut.
Para pemimpin negara G-20 dijadwalkan hadir dalam cara tahunan itu, termasuk Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Padahal kehadiran Putin ditolak oleh negara-negara sekutu, Ukraina, diantaranya Amerika Serikat.
Presiden Joko Widodo sudah mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk hadir dalam acara tersebut
Dan, orang nomor satu Rusia sudah menyatakan akan penuhi undangan Jokowi tersebut
Masalah lain muncul saat sejumlah kepala negara anggota G-20 mengancam memboikot KTT G-20 bila Vladimir Putin ikut hadir di acara tersebut
Konflik Rusia Ukraina, mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat dunia.
Meskipun demikian, Indonesia tidak mengusir Rusia dalam KTT akhir tahun mendatang.
Sementara itu, KTT ASEAN-AS baru saja rampung digelar pada 12-13 Mei 2022.
Joe Biden mengatakan Amerika Serikat (AS) menginginkan 'era baru' dalam hubungan dengan ASEAN, menjanjikan kerja sama yang lebih besar di Laut Cina Selatan.
Namun demikian, AS tidak menekan negara-negara ASEAN untuk menjauh dari Rusia.
Dikutip dari ABS CBN News, AS dilaporkan belum mencoba membujuk negara-negara Asean untuk menjauhkan diri dari Rusia atas invasinya ke Ukraina.
Penyataan itu disampaikan oleh seorang pejabat senior AS pada hari Selasa (17/5/2022) selama pengarahan tentang KTT AS-ASEAN yang baru saja disimpulkan.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah KTT tidak secara gamblang menyebutkan Rusia atau invasi, tetapi mengatakan "kami terus menegaskan kembali rasa hormat kami terhadap kedaulatan, kemerdekaan politik, dan integritas teritorial" dan menyerukan "penghentian segera permusuhan" di Ukraina.