Sattar Taba Mantan Dirut PT Semen Tonasa Raih Gelar Doktor Bidang Pemerintahan di IPDN Jakarta

Peran kebijakan pemerintah terhadap pengelolaan BUMN itu dapat dilakukan dengan model OPAK.

Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Mantan Dirut PT Semen Tonasa dan Dirut PT  Kawasan Berikat Nusantara (KBN), H. M. Sattar Taba, SE, M.IP  berhasil meraih gelar Doktor setelah mempertahankan Disertasinya yang berjudul Peran Kebijakan Pemerintah Terhadap Pengeloaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di depan Tim Penguji yang berjumlah 11 orang, Selasa (17/05). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan Dirut PT Semen Tonasa dan Dirut PT  Kawasan Berikat Nusantara (KBN), H. M. Sattar Taba, SE, M.IP  berhasil meraih gelar Doktor setelah mempertahankan Disertasinya yang berjudul Peran Kebijakan Pemerintah Terhadap Pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di depan Tim Penguji yang berjumlah 11 orang, Selasa (17/05).

Sattar Taba dalam disertasinya memaparkan hasil penelitiannya yang dihadiri sejumlah keluarga, kerabat dan mitra bisnisnya pada Sidang Promosi Doktor Ilmu Pemerintahan bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung Pasca Sarjana IPDN Jakarta.

Menurut Sattar, untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi BUMN dan meningkatkan kinerja perusahaan, pemerintah perlu berperan lebih banyak atau bahkan turun tangan memegang kendali perusahaan.

Peran kebijakan pemerintah terhadap pengelolaan BUMN itu dapat dilakukan dengan model OPAK.

Yaitu dari dimensi Operasional Langsung, Pengendalian Langsung, Ability (kemampuan), dan Kesempatan (Opporunity).

Dalam pelaksnaaan peranan, operasi langsung merupakan tahap yang penting sebagai tahap awal, dimana operasi langsung harus didukung perencanaan strategis, serta dengan bentuk kegiatan apa peranan itu diselenggarakan, ujar mantan Dirut PT Semen Kupang ini.

Mantan Ketua Umum BPP KKSS 2014 - 2019 ini mengemukakan pengendalian langsung merupakan tahapan lanjutan yang sama pentingnya dengan operasi langsung, dimana pelaksanaan peranan itu direpresentasikan dengan perizinan, lisensi, dan penjatahan untuk mendukung peran yang optimal dari pemerintah ke BUMN.

Pada praktik pelaksanaan peranan kebijaksanaan pemerintah, pentingnya memiliki kemampuan dalam hal regulasi, administrasi dan pelayanan, ujar Sattar.

Pada praktek pelaksanaan peranan kebijaksanaan pemerintah, kesempatan yang ada yaitu peluang kerjasama berupa kolaborasi diantara para aktor pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.

Raihan pencapaian gelar Doktor yang diraih Sattar Taba diberi apresiasi yang sangat tinggi oleh mantan stafnya di PT Semen Tonasa.

Abdul Rachmat Noer Dirut PT Biringkasi Raya (Semen Tonasa Group) usai menghadiri Sidang Promosi Doktor di Jakarta mengatakan semangat juang dan kegigihan Pak Sattar menyelesaikan studi hingga ke jenjang S3 bisa menjadi role model buat seluruh karyawan BUMN.

"Betapa tidak, di usia yg sudah tidak muda lagi, Pak Sattar justru berhasil merampungkan seluruh jenjang pendidikannya. Beliau itu usianya 67 tahun tapi tidak menghalanginya untuk menyelesaikan studi. Apalagi kita-kita ini yang masih lebih muda, sebaiknya jangan mau kalah," ujarnya.

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved