Mahasiswa UPRI MAKASSAR

Gelar Aksi, 8 Tuntutan Mahasiswa UPRI Makassar

Aksi tersebut berlangsung di depan Kampus 1 UPRI Jl Gunung Bawakaraeng, Kelurahan Lariang Bangi, Makassar, Selasa (17/5/2022) siang.

UPRI
Mahasiswa UPRI aksi di depan Kampus I UPRI Bawakaraeng, Selasa (17/5/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Puluhan mahasiswa Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar menggelar aksi ingin merebut kembali kampus I UPRI Bawakaraeng.

Aksi tersebut berlangsung di depan Kampus 1 UPRI Jl Gunung Bawakaraeng, Kelurahan Lariang Bangi, Makassar, Selasa (17/5/2022) siang.

Baca juga: Lawan Mafia Tanah, Mahasiswa UPRI Makassar Aksi Ingin Rebut Kembali Kampus I Bawakaraeng

Berikut Berikut delapan tuntutan mahasiswa UPRI Makassar:

1. Rebut kembali kampus UPRI
2. Sterilkan kampus I UPRI Bawakaraeng dari premanisme
3. Lanjutkan proses akademik di kampus I UPRI
4. Selamatkan kampus UPRI dari mafia tanah
5. Tangkap otak pelaku yang membawa preman ke kampus kami
6. Jadikan Aris Pangeran tahanan rutan
7. Meminta Kapolrestabes Makassar dan Kapolda Sulsel segera menangkap pelaku pengrusakan kampus I UPRI
8. Usut tuntas kasus mafia tanah di Sulsel.

Sebelumnya, massa berkumpul di Kampus II UPRI yang berada di Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Selasa (17/5/2022).

Massa aksi menggunakan almamater sambil membentangkan spanduk berisi tuntutan mereka.

Koordinator Lapangan, Rahmadani mengatakan sebelum aksi, mereka telah berkonsolidasi bersama rekannya mahasiswa UPRI.

Berdasarkan hasil konsolidasinya, kata Rahmadani, mahasiswa UPRI akhirnya menggelar aksi di depan Kampus I UPRI di Jl Gunung Bawakaraeng.

Menurutnya, ada banyak permasalahan terjadi di kampus pertamanya yang telah direbut pihak lain.

Kini, mahasiswa UPRI melakukan aksi untuk merebut kembali kampus itu.

"Kami menggugat penyerobotan kampus I kami, dan melawan mafia tanah," kata Rahmadani melalui keterangan tertulis.

Dalam aksinya, Rahmadani meminta pihak berwajib untuk menangkap otak pelaku yang telah membuat kegaduhan di kampusnya.

Menurutnya, ada pihak yang melakukan penyerobotan, pengrusakan, dan dugaan pencurian pada kampus I UPRI dengan mengatasnamakan putusan pengadilan.

"Padahal jelas dalam amar putusan tersebut bukan eksekusi lahan, jelas perbuatan yang dilakukannya adalah tindakan mafia tanah," katanya.

Mereka juga menuntut Kampus I UPRI disterilkan dari premanisme maupun ormas yang bergerak di bidang jasa pengamanan.

Sebab, kata dia, mahasiswa UPRI merasa terganggu dengan hadirnya oknum-oknum preman di kampusnya.

Mahasiswa UPRI juga meminta Aris Pangeran ditahan. Pasalnya, lanjut Rahmadani, ia telah melakukan tindak pidana pemalsuan terhadap akta otentik pemilik Yayasan UPRI.

"Ia telah divonis terdakwa oleh pengadilan Negeri Makassar dan dijatuhi putusan tahanan kota 2 tahun 6 bulan dan karena tindakannya dalam pemalsuan akta otentik milik kampus kami," katanya.

"Itu adalah tindakan yang terkutuk bagi wajah dunia pendidikan dan mengancam perguruan tinggi lainnya," pungkasnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved