Diduga Dianiaya Oknum Polisi di PT Huady, Pemulung di Bantaeng Meninggal Dunia

Nuru', warga Dusun Mawang, Desa Papangloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) menghembuskan nafas terakhirnya.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sukmawati Ibrahim
Dok RS
Nuru', warga Dusun Mawang, Desa Papangloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), menghembuskan nafas terakhirnya, Rabu (18/5/2022) pagi.    

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Nuru', warga Dusun Mawang, Desa Papangloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) menghembuskan nafas terakhirnya, Rabu (18/5/2022) pagi. 

Ia meninggal di RSUD Prof Dr H Anwar Makkatutu, Kabupaten Bantaeng, setelah dirawat sejak Selasa (17/5/2022) pagi. 

Direktur RSUD Prof Dr H Anwar Makkatutu, dr Sultan, membenarkan informasi tersebut. 

Saat ditemui di ruang kerjanya, Sultan mengaku, saat masuk, Nuru' berstatus rujukan dari Klinik Huady. 

"Dia pasien rujukan. Sesuai dengan laporan, kesadaran menurun karena jatuh dari ketinggian lima meter," kata dr Sultan. 

Nuru' mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. 

Saat dirujuk ke RSUD Bantaeng, sudah ada bekas jahitan di bagian leher belakang korban. 

Saat ini, jenazah Nuru' dikirim ke Makassar untuk diautopsi. 

Dalam kasus ini Nuru' tak sendiri, juga ada korban lain, yakni Mujahid Dg Tojeng. 

Namun, Tojeng masih bisa menyelamatkan diri. Tapi beberapa bagian tubuhnya juga luka-luka. 

Kerabat Tojeng, Riswan membeberkan, jika Tojeng diduga dianiaya oknum polisi yang berjaga. 

Penganiayaan tersebut terjadi saat Nuru' dan Tojeng sedang memulung di PT Huady Nickel Alloy Bantaeng, Selasa (17/5/2022). 

Ia berharap, pelaku penganiayaan dapat diproses dan diberikan hukuman yang setimpal. 

"Kita minta dihukum. Tindakannya sudah tidak manusiawi," pungkasnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved