Iskandar Latief: Golkar Rumah Pak IAS, Beringin Makin Kuat Kalau Beliau Kembali

IAS memulai karier politiknya di Partai Golkar. Ia terpilih jadi anggota DPRD Sulsel periode 1999-2004 melalui Partai Golkar.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Andi Iskandar Zulkarnain Latief mengajak mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin kembali ke beringin rindang.

Icul, sapaan akrbanya mengatakan, Golkar adalah rumah bagi IAS.

Ia meyakini, Partai Golkar akan semakin kuat jika IAS kembali memperkuat dan bahkan memimpin beringin.

IAS memulai karier politiknya di Partai Golkar. Ia terpilih jadi anggota DPRD Sulsel periode 1999-2004 melalui Partai Golkar.

Ia juga terpilih jadi Wali Kota Makassar dua kali melalui Partai Golkar.

"Alhamdulillah kalau Pak IAS kembali. Golkar adalah rumah Pak IAS. Saat ini Partai Golkar sangat membutuhkan gaya kepemimpinan seperti Pak IAS, yang sombere, leadership kuat serta tidak berjarak dengan semua lapisan kader," kata Icul kepada wartawan Selasa (17/5/2022).

Icul mengatakan, Golkar dan IAS punya kenangan manis.

Ia pun mencontohkan gaya kepemimpinan sombera IAS saat memimpin Partai Golkar Makassar selama 2 periode maupun Golkar Sulsel setahun.

Pria kelahiran Gowa 16 September 1965 itu pernah memimpin Golkar Sulsel bertarung pemilu 2009 lalu.

Saat itu Golkar keluar sebagai pemenang pemilu dengan capaian 18 kursi DPRD Sulsel.

"Leadership Pak IAS pernah dibuktikan saat memimpin DPD II Partai Golkar Makassar selama 2 periode maupun DPD I Golkar Sulsel. Walaupun hanya 10 bulan tetapi IAS mampu mempertahankan posisi Ketua DPRD Sulsel tetap berada di tangan kader Golkar," katanya.

Icul mengatakan kehadiran IAS bisa menjadi bahan koreksi pimpinan partai ini bahwa menjaga dan memelihara kader itu sebuah keniscayaan.

Menurutnya, melahirkan dan mencetak kader itu sangat mahal. Alasannya karena itu menjadi kewajiban siapapun yang diberi amanah mengurus partai ini.

"Pimpinan partai harus tetap merawat dan memelihara eksistenti setiap kader Golkar. Bukan malah sebaliknya hanya untuk kepentingan sesaat dari segelintir orang atau hanya karena berbeda pendapat saja kader itu dibuang bahkan dipecat," katanya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved