April 2022 Harga Minyak Goreng dan Ayam Naik, Inflasi Sulsel 1,21 % Persen

Selanjutnya komoditas pendorong inflasi lainnya adalah kenaikan harga daging ayam ras, kue kering, tomat, udang basah, pepaya,

Editor: Ina Maharani
Tribunnews.com
Ilustrasi minyak goreng. 

 

Makassar, Tribun - Sepanjang April 2022Sulawesi Selatan mengalami inflasi sebesar 1,21 persen. Atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,07 pada Maret 2022 menjadi 110,38 pada April 2022.

Demikian dipaparkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Suntono dalam rilisnya melalui akun Youtube resmi, BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (9/5).

“Inflasi gabungan April 2022 mencapai 1,21 persen. Dari lima kota yang masuk dalam IHK, inflasi tertinggi terjadi di Kota Makassar sebesar 1,27 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bulukumba sebesar 0,62 persen,” ujarnya,

Lima kota IHK ini adalah Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare, dan Palopo.

Dipaparkan Suntono, menurut kelompok pengeliarannya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, mengalami inflasi tertinggi.

“Mencapai 2,80 persen dengan andil inflasi 0,836 persen,” ujarnya.

Disusul kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,07 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,17 persen; dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,62 persen.

Sementara itu komoditas utama mendorong terhadap inflasi adalah minyak goreng.

“Minyak goreng memiliki andil terhadap inflasi 0,252 persen,” papar Sintono,

Selanjutnya komoditas pendorong inflasi lainnya adalah kenaikan harga daging ayam ras, kue kering, tomat, udang basah, pepaya, ayam goreng, telur ayam ras, bensin, serta detergen.

Tingkat inflasi tahun kalendersebesar 2,29 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2022 terhadap April 2021) sebesar 3,38 persen. (iku)

Harga Cabai Rawit Turun Sumbang Deflasi

SELAIN 10 komoditas yang mengalami kenaikan harga, BPS Sulsel juga merangkum 10 komoditas utama yang mengalami penurunan harga, sebagai penyumbang deflasi.

Dipaparkan Suntono, pendorong deflasi tertinggi adalah turunnya harga cabai rawit dengan andil terhadap deflasi -0,094 persen.

Disusul penurunan harga ikan teri, beras, bawang merah, pisang, nangka muda, minuman ringan, ikan sungli, emas perhiasan, serta jilbab.(iku)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved