Kamunitas Ngopi Literasi

Merasa Tertinggal dari Maros, Kamunitas Ngopi Literasi Pangkep Gagas Perda Literasi

Komunitas literasi di Pangkejene dan Kepulauan (Pangkep) siap menggagas dan mengawal peraturan daerah (perda) literasi di kabupaten kepulauan ini.

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Sukmawati Ibrahim
Thamzil Tahir/Tribun Timur
Ngopi Literasi bertajuk Quo Vadis (lakekomae) Literasi Pangkep di Logos Kafe, Jl Sultan Hasanuddin, Tumampua, Pangkejene, Pangkep, Rabu (27/4/2022) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Merasa tertinggal dari kabupaten tetangga, Maros, dalam upaya menaikkan minat baca dan menulis (literasi) masyarakat, sekelompok pemuda di Pangkep menggagas peraturan daerah (perda) tentang literasi.

Dorongan komunitas ini disambut baik pemerintah daerah.

Komunitas literasi di Pangkejene dan Kepulauan (Pangkep) siap menggagas dan mengawal peraturan daerah (perda) literasi di kabupaten kepulauan ini.

Dalam waktu dekat, otoritas literasi dan kearsipan daerah, para pegiat literasi, akademisi, akan melobi politisi lintas partai dan legislator untuk mengagendakan rancangan produk legislasi ini.

Hal ini terungkap dalam diskusi Ramadan, Ngopi Literasi bertajuk Quo Vadis (lakekomae) Literasi Pangkep di Logos Kafe, Jl Sultan Hasanuddin, Tumampua, Pangkejene, Pangkep, Rabu (27/4/2022) malam.

Hadir sebagai pembicara antara lain Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan H M Rahman, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lukman Murtala, pegiat Literasi Firdaus AR, Badauni Palinrungi, Sulaiman, dan pengurus HMI Pangkep dan ormas lain.

Pegiat literasi digital dan sosial media Yulianto Ardiwinata, didaulat menjadi moderator.

Ngopi Literasi ini digelar usai salat tarawih.

Acara berakhir pukul 01.30 Wita dan menggaungkan "salam literasi" sebagai jargon niat baik bersejarah itu.

Diskusi dihadiri sekitar 30an orang.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved