Kades Penrang Diduga Intimidasi Warga, Alasan AMIWB Hendak Sampaikan Aspirasi di DPRD Wajo

Bentuk-bentuk intimidasi tersebut seperti, menyita pos ronda yang kerap ditempati masyarakat pada malam hari selama Ramadan.

TribunWajo.com/Hardiansyah Abdi Gunawan
Presiden AMIWB, Syaifullah. saat menyegel kantor DPRD Wajo karena tak satupun anggota dewan bisa ditemui 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Aksi unjuk rasa masyarakat Desa Penrang bersama Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) menolak kepala desa yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba, berbuntut panjang.

Kepala Desa Penrang, Andi Togelangi diduga melakukan intimidasi kepada masyarakat yang ikut dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Presiden AMIWB, Syaifullah, sesaat setelah melakukan penyegelan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, Rabu (27/4/2022).

"Ada konflik sosial di Desa Penrang, setelah aksi unjuk rasa menolak kades terlibat narkoba di Kantor Bupati beberapa waktu lalu. Selalu ada intimidasi dari oknum desa tersebut kepada warga," katanya.

Bentuk-bentuk intimidasi tersebut seperti, menyita pos ronda yang kerap ditempati masyarakat pada malam hari selama Ramadan.

"Beberapa hari lalu, ada rombongannya pak desa yang sita pos ronda masyarakat. Padahal pos ronda itu bukan miliknya, dan dibangun pada masa kepala desa sebelumnya," katanya.

Intimidasi lainnya adalah, yakni mengancam masyarakat bahwa tidak akan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) lagi.

"Bahkan, mereka ancam masyarakat kalau tahun ini sudah tidak menerima BLT lagi, dan namanya dihapus," katanya.

Konflik sosial pun rentan terjadi, dan kondisi saat ini di Desa Penrang cukup memanas akibat hal tersebut.

Bahkan, kemarahan Andi Togelangi diluapkan langsung di depan masyarakat yang sudah tidak diakauinya itu.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved