Hati-hati! di Pasar Malindungi Sorowako Lutim Masih ada yang Jual Makanan & Kosmetik Kadaluarsa

"Kalau memperjualbelikan bahan makanan baiknya mengecek tanggal kadaluarsa. Termasuk kemasan yang sudah rusak atau tidak layak dikonsumsi," katanya.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Sejumlah pedagang di Pasar Malindungi Sorowako, Kecamatan Nuha, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), kedapatan masih menjual barang kadaluarsa, saat tim pengawas sidak, Senin (18/4/2022). 

TRIBUNLUTIM.COM, NUHA - Sejumlah pedagang di Pasar Malindungi Sorowako, Kecamatan Nuha, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), kedapatan masih menjual barang kadaluarsa.

Menyusul hasil temuan dari tim pengawasan obat dan makanan saat inspeksi mendadak atau sidak di pasar tersebut, Senin (18/4/2022) kemarin.

Tim pengawas menemukan aneka obat, makanan dan minuman serta kosmetik yang sudah kadaluarsa masih dijual.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Luwu Timur, Mashuri Rachim mengatakan penting produk yang dipajang atau dijual rutin dicek.

"Ini yang kami sampaikan ke pedagang, apakah yang dipajang di etalase toko itu masih aman digunakan," kata Curry sapaan Masyhuri, Selasa (19/4/2022).

Dalam sidak itu, pedagang yang kedapatan menjual barang kadaluarsa hanya diberikan edukasi.

Edukasi ini kata dia supaya pedagang menjadi pedangan cerdas dalam menjual barang kepada masyarakat.

"Misal, kosmetik yang tidak memiliki izin edar BPOM dan mengandung bahan berbahaya, pedagang harus turut memberikan edukasi,"

"Kalau produk yang diinginkan tersebut akan berdampak buruk di kemudian hari jika terus digunakan, apalagi pada kulit wajah," ujar dia.

Adapun produk yang kadalursa tidak memiliki izin edar ditemukan seperti, anti septik, pewarna rambut.

Pembersih wajah, pensil alis, cream wajah, lipstik, minyak rambut, sabun cair, eyeshadow dan pelembab rambut.

Untuk bahan makanan kadaluarsa, kemasan rusak atau tidak memiliki izin edar seperti jamur kering.

Santan kemasan, bumbu instan, sirup, minuman kemasan, mie instan, roti, maupun bumbu dapur.

Sub Koordinator Perlindungan Konsumen dan Pengawasan Barang Beredar, Dinas Perdagangan Luwu Timur, Dian Sipahu mengatakan edukasi ataupun arahan ditekankan kepada pedagang.

"Kalau memperjualbelikan bahan makanan baiknya mengecek tanggal kadaluarsa. Termasuk kemasan yang sudah rusak atau tidak layak dikonsumsi," katanya.

Saat sidak, tim juga menemukan satu toko grosir yang sudah menyortir barangnya yang kadaluarsa atau sudah tidak layak.

Pemilik toko menyimpan prokuk bahan makanan kadaluarsa disatu gudang khusus dengan menggunakan sistem penjualan fefo (Barang yang pertama kali keluar dari gudang adalah barang yang mendekati expire).

"Jika sistem penjualan yang dilakukan baik, akan berdampak positif bagi para pedagang dan pembeli," imbunya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved