Ponpes Daarul Mu'minin As'adiyah Doping, Bermula dari MDK Hingga Buka SMK

Dan diberilah nama pondok pesantren tersebut Pondok Pesantren Daarul Mu'minun As'adiyah Doping.

DOK PRIBADI
Pondok Pesantren Daarul Mu'minin As'adiyah Doping, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Tiga tokoh masyarakat di Kelurahan Doping, sepakat mendirikan sebuah pondok pesantren di bagian timur Kabupaten Wajo pada 7 Juni 2003 silam.

Tiga tokoh tersebut adalah Haji Ambo Acca, Haji Andi Baso Abdullah, dan KM Haji Agustan Ranreng.

Dan diberilah nama pondok pesantren tersebut Pondok Pesantren Daarul Mu'minun As'adiyah Doping.

Awalnya, ponpes itu hanya membina Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDK), atau satuan pendidikan keagamaan Islam non formal.

Namun, seiring berjalannya waktu, kini Ponpes yang terletak di Kelurahan Penrang itu kini memiliki satuan pendidikan mulai dari Raudhatul Atfal (RA), dan MDK.

Ada juga Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), pondok tahfiz Alquran, hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menurut Agustan Ranreng, sistem pendidikan di Ponpes Daarul Mu'minin As'adiyah Doping tetap berbasis kitab kuning.

"Kita tetap berbasis kitab kuning. Dan kelebihan lainnya, kita mengedepankan Quranic values atau nilai-nilai Qurani, mengedepankan good characters atau ahaqul qarimah, dan tentunya mendidik santri agar mampu pemimpin atau leadership," katanya, kepada Tribun Timur, Jumat (15/4/2022).

Agustan Ranreng menyebut, kehadiran Ponpes Daarul Mu'mini  As'adiyah Doping di Kabupaten Wajo yang sangat identik sebagai Kota Santri itu tentunya menjadi khazanah atau rujukan pendidikan berbasis Islam.

"Kita harapkan, Ponpes Daarul Mu'minin As'adiyah Doping ini jadi laboratorium Islam di bagian timur Indonesia, nantinya Insya Allah," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved