Opini Tribun Timur

Demonstrasi; Gerakan Sosial dan Politik

Gelombang demonstrasi yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa di berbagai titik merupakan desakan mahasiswa sebagai bentuk keresahan kebijakan

Editor: Sudirman
Fathullah Syahrul
Fathullah Syahrul, Pengajar di UIN Alauddin Makassar 

Oleh: Fathullah Syahrul

Pengajar di UIN Alauddin Makassar

Gelombang demonstrasi yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa di berbagai titik merupakan desakan mahasiswa sebagai bentuk keresahan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Bagaimana tidak, kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak pro terhadap rakyat banyak menjadi bola salju dengan luapan di tanggal 11 April 2022.

Gelombang demonstrasi tersebut benar-benar dibunyikan oleh mahasiswa yang sedang berjuang mengimplementasikan fungsi-fungsinya; agent of change, social of control dan moral of force.

Penulis mencatat, setidaknya ada enam tuntuntan mahasiswa yang dibawah pada saaat demonstrasi (1) mendesak dan menuntut Jokowi agar bersikap tegas terhadap penundaan Pemilu 2024 karena dianggap mengkhianati konstitusi.

(2) mendesak dan menuntut Jokowi agar mengkaji ulang UU IKN (Undang-Undang Ibu Kota Nusantara yang dianggap pasal-pasalnya masih bermasalah.

(3) mendesak dan menuntut Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan permasalahan ketahanan pangan lainnya.

(4) mendesak dan menuntu Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri yang terkait.

(5) mendesak dan menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konglik agraria.

(6) mendesak dan menuntu Jokowi agar menepati janji-janji kampanyenya dan (7) mendesak dan menuntut Jokowi agar mengkaji ulang kebijakan tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Berdasarkan coretan di atas, setidaknya fenomena tersebut harus dibaca dari dua perspektif.

Pertama, Gerakan Sosial; menurut Neil Smelser (1962) perilaku kolektif seperti gerakan sosial merupakan efek samping dari transformasi sosial yang berjalan begitu cepat.

Bagi Smelser seperti yang diiterpretasikan ulang oleh Donatella Porta dan Mario Diani (1994: 4), kemunculan perilaku-perilaku kolektif seperti gerakan sosial dan berbagai bentuk protes masyarakat memiliki makna ganda dalam periode transformasi sosial yang berjalan begitu cepat dengan skala besar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved