Yayasan Masjid Al Markaz Kaji Zakat Sebagai Pengentasan Kemiskinan melalui Dialog Ba'da Jumat

Menurutnya, ada banyak orang kaya di Makassar yang selalu berzakat, namun tidak tersalurkan dengan baik.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN TIMUR/Wahyudin
Ketua Baznas Kota Makassar Azhar Tamanggong (kiri) saat menjelaskan pentingnya Baznas dalam pengelolaan zakat dalam dialog ba'da Jumat di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar. 

Baik itu yang meminta-minta maupun yang tidak meminta.

Jika semua orang Islam telah mengeluarkan zakat dan terbagi rata, ia yakin tidak ada lagi orang miskin di Indonesia.

"Itulah tujuan utama dari zakat. Yaitu menuntaskan kemiskinan," katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Makassar Azhar Tamanggong mengaku tidak ahli dalam zakat.

"Tapi saya ahli dalam mengumpulkan zakat," katanya.

Salah satu tantangan Baznas di Makassar, kata Azhar Tamanggong, sebagian orang kaya belum bisa mengendalikan nafsunya dalam berzakat.

Menurutnya, ada banyak orang kaya di Makassar yang selalu berzakat, namun tidak tersalurkan dengan baik.

Hal itu karena mereka menyalurkan langsung zakatnya ke masyarakat miskin.

Sehingga masyarakat miskin malah berkumpul untuk meminta zakat orang kaya itu, sehingga kadang ada yang tidak mendapatkan zakat.

"Itu karena mereka mau berzakat tapi bernafsu. Akibatnya, terjadi penumpukan orang miskin," katanya.

Padahal, kata Azhar Tamanggong, ada lembaga khusus yang telah mengatur pembagian zakat.

Yaitu Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas. Lembaga inilah yang menjadi perantara orang kaya dengan orang miskin.

Sehingga, jumlah zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya bisa tersalurkan secara merata kepada orang miskin.

"Amil zakat menjadi gap, pemisah antara si kaya dan si miskin," katanya.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved