Takut TPP Tak Cair, Ratusan ASN Pemkab Maros Ramai-ramai Ikut Vaksin Booster

Mereka ramai-ramai ikut vaksinasi usai Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari mewacanakan pencairan TPP-nya jika belum melakukan vaksin dosis ketiga

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Suasana vaksinasi booster di Klinik Pemda Maros diserbu ASN   

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemda Maros berbondong-bondong mengikuti Vaksinasi covid-19 di UPT Balai Pelayanan Kesehatan Pemda Maros, Kamis (7/4/2022).

Mereka ramai-ramai ikut vaksinasi usai Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari mewacanakan pencairan TPP-nya jika belum melakukan vaksin dosis ketiga atau booster.

Suhartina menyebutkan, Hal ini dilakukan karena rendahnya capaian vaksin booster di Maros

"Hal ini untuk mendukung program pemerintah pusat dalam mencapai vaksinasi 100 persen. Oleh karena itu, diwajibkan seluruh ASN sebelum menerima TPP bulan Maret dan April, serta THR, melakukan vaksin booster," ujarnya.

Hati, sapaan akrabnya, menuturkan pihaknya sengaja mengambil langkah ini untuk memberikan kesempatan kepada ASN untuk mengambil peran dalam memutus mata rantai covid-19 di Kabupaten Maros

Tak hanya itu, perintah untuk melakukan vaksinasi ini booster sejak jauh-jauh hari digaungkan oleh pemerintah pusat.

"ASN ini kan harusnya memang jadi contoh bagi masyarakat. Nah makanya kami mengeluarkan edaran untuk tidak memberikan TPP bagi ASN yang belum vaksin booster," tuturnya.

Sejak pemerintah gencar melakukan vaksin ke masyarakat booster, ASN yang seharusnya menjadi prioritas justru tidak optimal. 

Sekretaris Daerah, Andi Davied Syamsuddin, mengatakan dari sekitar 7.000 ASN di Maros, baru 21 persen saja yang telah divaksin dosis ketiga.

"Ini sudah meningkat setelah adanya wacana penundaan TPP, dari sebelumnya hanya 4 persen, naik menjadi 21 persen," tururnya.

Ia menambahkan kendala dalam vaksinasi dosis tiga bagi ASN ini karena jarak vaksin dosis dua ke tiga yang belum mencukupi.

"Jarak vaksin dua ke tiga kan minimal tiga bulan. Menyoal sanksi bagi yang belum vaksin ini akan didiskusikan kembali," terangnya.

Davied pun menambahkan terdapat beberapa gerai vaksin yang bisa didatangi bagi ASN yang akan melakukan vaksinasi dosis ketiga.

"Di Klinik Pemda buka setiap hari kerja, pukul 09.00 sampai 15.00 WITA dan Pukul 21.00 sampai 22.00 WITA. Ada juga disiapkan gerai vaksin di Pelataran Masjid Al-Markaz Jam 20.00 SD 22.00," jelasnya.

Salah satu ASN, Alfiah Syariah mendukung penuh wacana yang dikeluarkan pemerintah daerah Maros ini.

"ASN kan abdi negara, memang harus ikut pemerintah. Jadi seharusnya tanpa adanya instruksi penundaan TPP, ASN sudah melakukan vaksin lengkap," tutupnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved