Angka Kemiskinan di Wajo

Angka Kemiskinan dan Pengangguran Terbuka Menurun di Kabupaten Wajo

Pada masa pandemi Covid-19, angka kemiskinan dan pengangguran terbuka malah menurun di Kabupaten Wajo

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Rasni
Tribun Timur / Hardiansyah
Bupati Wajo, Amran Mahmud, saat meresmikan kawasan UMKM di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Callaccu Sengkang, pada akhir Januari 2022 lalu 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pada masa pandemi Covid-19, angka kemiskinan dan pengangguran terbuka malah menurun di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.


Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wajo, pada 2020 lalu jumlah penduduk miskin mencapai 27.690 orang atau 6,95 persen.


Lalu, pada 2021 angka tersebut menurun menjadi 26.220 orang atau 6,46 persen. Ada penurunan angka sebanyak 1.470 orang atau 0,49 persen.


Masih merujuk data BPS Wajo, pada 2022 lalu angka pengangguran terbuka mencapai 9,221 orang atau 4,33 persen.


Lalu pada 2021 angka tersebut menurun menjadi 9.065 orang atau 4,32 persen. Ada penurunan jumlah sebanyak 156 orang atau 0,01 persen.


Meksi tak terlalu siginifikan, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka itu patut disyukuri.


Menurut Bupati Wajo, Amran Mahmud, hal itu tak terlepas dari bantuan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, serta kebijakan anggaran yang diterapkan selama 2 tahun terakhir.


"Meskipun di tengah keterbatasan anggaran karena dialihkan sebagian untuk penanganan pandemi Covid-19, kita mengupayakan menganggarkan bantuan-bantuan baik modal usaha, peralatan, dan pelatihan kerja untuk bisa menstimulan masyarakat kita agar mau berusaha dan meningkatkan taraf hidupnya," katanya, Selasa (5/4/2022).

 

Selain itu, sinergitas antara semua organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menafsir kebijakan-kebijakan di tengah pagebluk ini juga menjadi kunci.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved