Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

ASN Dishub Makassar Tewas Tertembak, Polisi Kewalahan Temukan Pelaku

Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Najamuddin Sewang (40) dipastikan meninggalkan dunia setelah tertembak.

Tayang:
Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID
suasana pemakaman petugas Dishub Makassar, Najamuddin Sewang dimakamkan di kampung halamannya, di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (4/4/22)/ Sayyid   

TRIBUN-TIMUR.COM - Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Najamuddin Sewang (40) dipastikan meninggalkan dunia setelah tertembak.

Najamuddin ditembak di Jalan Danau Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (3/4/2022) siang.

Jenazah ayah dua anak itu dimakamkan di Takalar, Senin (4/4/2022) pagi, setelah disemayamkan di rumah duka di Perumahan Recidence Alauddin, Jl Sultan Alauddin, Makassa.

Baca juga: ASN Dishub Makassar Tewas Ditembak, Istri Almarhum Najamuddin Sewang Harap Pelaku Terungkap

Baca juga: Tewas Tertembak, ASN Dishub Makassar Najamuddin Dikenal Baik dan Tidak Punya Masalah

Wali Kota Makassar Danny Pomanto meminta polisi tidak tinggal diam dan segera mengusut serta menemukan penembak gelap pegawai Dishub Makassar itu.

“Polisi pasti tak akan tinggal diam melihat peristiwa ini. Apalagi menyangkut keamanan dan ketenteraman masyarakat. Soal motif dan semua yang berkaitan dengan peristiwa itu, kita serahkan ke aparat kepolisian dulu untuk mengusut tuntas,” kata Danny, kemarin.

Danny mengaku prihatin dan sedih terhadap musibah yang menimpa pegawainya.

Apalagi almarhum baru saja menjalankan tugasnya dan sedang dalam perjalanan pulang.

Mulanya, ia mendapat informasi jika almarhum meninggal karena serangan jantung.

Namun malam harinya, ia mendapat kabar bahwa kematian ASN tersebut tidak biasa, namun merupakan peristiwa penembakan.

"Tadinya saya pikir orang kena serangan jantung. Kan begitu berita awalnya. Saya dapat berita kemarin (Minggu) sore. Nah nanti malam jam 10 baru saya tahu bahwa itu penembakan," ungkapnya.

Sementara polisi mengaku kesulitan mengusut dan menemukan penembak gelar Najamuddin.

Selain karena minim saksi, juga karena CCTV di sekitar lokasi kejadian tidak berfungsi.

Kepala Dishub Makassar, Imam Hud, bersama sejumlah ASN Dishub Makassar ikut mengantar jenazah Najamuddin ke Takalar.

Hasil autopsi dari dokpol menemukan proyektil di dalam tubuh almarhum. Tepat di bawah ketiaknya.

Pihak polisi juga sudah memastikan bahwa almarhum tewas tertembak.

"Kita tidak tahu apakah memang ada orang yang konflik dengan almarhum kemudian ditembak, atau mungkin ada kejadian lain atau misalnya peluru nyasar, kita kan belum tahu," kata Iman.

Hanya saja, Iman mengaku sejak mengenal Najamuddin dan bertugas bersama di Dishub, yang bersangkutan tidak pernah konflik dengan rekan kerjanya di kantor.

"Almarhum itu telah bekerja dengan baik. Tidak pernah ada macam konflik dengan teman-temannya. Kita tidak tahu kalau hatinya orang lain. Kalau di tempat lain. Kalau di Dishub dia baik dan tidak punya konflik," jelas Iman.

Sehari-hari, termasuk di akhir pekan lalu, Najamuddin bertugas di bundaran Center Point of Indonesia (CPI).

Dia mengatur arut lalulintas dari dan pergi Makassar-Takalar-Gowa via Jembatan Barombong.

"Dia kan itu petugas reaksi cepat yang memang ditugaskan untuk mengamankan jalur-jalur di luar reguler. Misalnya di Jembatan Barombong dan Tanjung Bunga itu dia yang lakukan,"
kata Iman.

Hal itu Najamuddin lakukan, kata Iman Hud, karena tuntutan dan keluhan masyarakat terkait kemacetan yang sering terjadi di Jl Metro Tanjung Bunga.

"Ya almarhum cukup berdedikasi menjalankan tugas. Karena jadi anggota Dishub itu kan mau hujan atau terik tetap bertugas," katanya

Setelah bertugas, ia pulang dan melalui Jl Danau Tanjung Bunga.

Saat ini, Iman masih terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari penyebab tertembaknya Najamuddin.

Ia mengatakan pihak berwajib masih mengumpulkan bukti-bukti untuk melakukan penyelidikan.

"Memang ada CCTV yang tidak berfungsi. Seandainya berfungsi semua, mungkin kita bisa selidiki lebih dalam," katanya.

"Istilahnya mungkin ada CCTV yang bisa mempermudah menemukan asal tembakan," tambahnya.

Iman Hud berharap penyebab tertembaknya Najamuddin segera diketahui. Pasalnya, kejadian ini juga berdampak ke masyarakat luas.

"Bisa saja dikatakan bahwa Makassar tidak aman," katanya.

Selengkapnya, silakan baca Harian Tribun Timur edisi Selasa (5/4/2022)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved