Partai Demokrat

Tolak Lamaran Parpol Lain, Ilham Arief Sirajuddin: Biarlah Saya Jadi Anggota Biasa di Demokrat

Ilham Arief Sirajuddin mendapat tawaran bergabung di partai lain setelah kalah bersaing memimpin Partai Demokrat Sulawesi Selatan.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/ARI
Mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel periode 2010-2014 Ilham Arief Sirajuddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ilham Arief Sirajuddin mendapat tawaran bergabung di partai lain setelah kalah bersaing memimpin Partai Demokrat Sulawesi Selatan.

Meski demikian, mantan wali kota Makassar dua periode itu akhirnya menegaskan untuk tetap menjadi kader biasa di partai berlambang mercy itu. 

IAS mengaku telah melakukan perenungan dan diskusi dengan orang-orang terdekat, sekaligus mengamati perkembangan terkini.

Baca juga: Loyalis IAS Belum Move On, Ingin Surati DPP Pertanyakan Alasan Pilih Nimatullah Pimpin Demokrat

Baca juga: Dipimpin Nimatullah, Irwan Patiwari Loyalis Pertama Ilham Arief Sirajuddin Mundur dari Demokrat

"Saya memutuskan untuk tetap menjadi kader biasa di Demokrat," terang IAS saat bertemu wartawan di kediamannya, Jalan Monginsidi Baru, Makassar, Senin (4/4/2022).

IAS menjelaskan bahwa keputusan tetap di Demokrat untuk sementara waktu masih akan dia barengi dengan perenungan lanjutan. 

"Yang pasti, niat untuk bisa bertarung di Pilgub Sulsel 2024 mendatang tidak akan surut. Caranya bagaimana? Waktu ini masih panjang" sambungnya. 

IAS juga menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam atas sejumlah tawaran yang dilayangkan sejumlah partai untuk bergabung. 

"Saya benar-benar mengapresiasi tawaran dari sahabat-sahabat saya di partai lain. Waktu masih panjang, dan saya berharap komunikasi yang sementara berjalan ini (dengan partai lain-red) akan tetap saya jaga," sambungnya. 

Setelah DPP mengumumkan hasil musda Demokrat, sedikitnya ada tujuh partai yang sudah mengajak IAS untuk bergabung. 

partai terakhir yang mengajak bergabung adalah PKPI.

Sekjen PKPI, Irjen Pol Purn Syahrul Mamma meminta langsung IAS untuk bisa memimpin PKPI di Sulsel. 

Apakah opsi calon independen juga salah satu opsi yang dipertimbangkan IAS untuk maju Pilgub 2024? 

"Itu juga suatu kemungkinan. Tapi saya pasti lebih mengedepankan opsi lewat partai. Terkait independen ini, saya akan bertanya ke 1,7 juta suara yang sudah memilih saya di pilgub 2013 lalu. Kita lihat bagaimana perkembangan ke depan," tegas IAS. 

Pada Musda lalu, IAS mengumpulkan suara lebih banyak dibandingkan Ulla. 16 berbanding 9 suara dari total 26 suara.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved