Perang Rusia Vs Ukraina
Bukan Senjata, Tentara Inggris Kemas Helm Surplus Perang untuk Ukraina
Bukan senjata, tentara Inggris mengemas ribuan helm surplus perang untuk pasukan Ukraina.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Rasni
TRIBUN-TIMUR.COM - Tentara Inggris terlibat ikut membantu Ukraina perang melawan Rusia.
Bukan senjata, tentara Inggris mengemas ribuan helm surplus perang untuk pasukan Ukraina.
Momen ini diunggah channel Youtube The Sun pada Kamis (31/3/2022).
Terlihat dalam video, mereka mengemas satu per satu helm dan peralatan perang lainnya.
Lalu, dimasukkan kedalam kardus untuk segera disalurkan.
Hal ini bertujuan membantu upaya pertahanan mereka melawan Rusia.
Anggota militer mengemas ribuan helm surplus yang disumbangkan oleh tentara untuk 'Angkat topi ke Ukraina', di MOD Donnington di Shropshire.
Seperti diketahui, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson memberi tahu para pemimpin dunia pada KTT NATO bahwa konflik tersebut memasuki fase baru agresi dan bencana kemanusiaan dengan pengepungan Mariupol dan serangan membabi buta terhadap warga sipil.
Para pejabat Barat telah mengatakan bahwa baik Ukraina dan Rusia kekurangan senjata saat konflik berlanjut karena pertahanan Ukraina yang jauh lebih baik dari yang diharapkan, dan bahwa mereka telah mengantisipasi bahwa mereka akan mendukung pemberontakan Ukraina yang lebih kecil pada tahap ini
Johnson mengatakan Rabu (23/3/2022) malam bahwa Inggris akan mengirim 6.000 rudal pertahanan baru, termasuk senjata dengan daya ledak tinggi.
Inggris juga memberikan sekitar Rp 473,6 miliar dari dana Kementerian Luar Negeri untuk membantu Ukraina membayar pasukan militer dan polisinya, seperti dilansir The Guardian.
Tidak semua rudal diharapkan menjadi senjata anti-tank ringan (NLAW) generasi berikutnya, yang telah disediakan lebih dari 4.200 oleh Inggris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Tentara-Inggris-kemas-helm-Surplus-perang-untuk-Ukraina.jpg)