Meski Minyak Goreng Kosong di Minimarket dalam Kota Sengkang, Stok Selama Ramadan Dijamin Aman

Lebih lanjut, apabila terjadi kelangkaan minyak goreng, pihaknya akan melakukan penyelidikan di lapangan.

TRibunWajo.com/Hardiansyah Abdi Gunawan
Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah mengecek ketersediaan minyak goreng di sejumlah minimarket, Rabu (30/3/2022). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Jelang Ramadan 1443 Hijriah, Polres Wajo memastikan stok minyak goreng aman di Kabupaten Wajo.

Bahkan, untuk memastikan stok minyak goreng tersedia di pasaran, Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah turun langsung mengecek ke sejumlah pasar dan minimarket, Rabu (30/3/2022).

"Ketersediaan minyak goreng, baik curah, minyak kelapa, dan kemasan, di pasar tradisional tercukupi kemudian di toko konvensional juga ada dan terakhir pengecekan di minimarket," kata Islam.

Menurutnya, ada beberapa minimarket yang ada dalam Kota Sengkang, stok minyak gorengnya kosong.

"Khusus minimarket, ada beberapa yang kosong. Ada juga ada stok, namun tidak banyak," katanya.

Pasca pemerintah mencabut subsidi minyak goreng, Islam menyebutkan bahwa harga minyak goreng di Kabupaten Wajo cenderung fluktuatif pada kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000.

"Untuk harga di pasar tradisional cenderung fluktuatif, artinya ada yang menjual seharga 30 ribu kemasan 1 setengah liter untuk minyak curah dan ada yang menjual 40 ribu," katanya.

Mantan Wakapolres Minahasa Selatan itu menyebutkan, kebutuhan minyak goreng masyarakat selama sebulan di Kabupaten Wajo mencapai 51,25 ton.

Sejauh ini, stok minyak goreng untuk Kabupaten Wajo mengalami surplus 0,20 ton, mengingat ketersediaan minyak goreng mencapai 51,45 ton.

"Secara keseluruhan berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Wajo, stok untuk kebutuhan 1 bulan masyarakat Wajo 51 ton, dan sampai sekarang ini ada," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved