Lurah Baraya Akui Tiga Lurah Sebelum Dirinya Menjabat Tak Bisa Atasi Pedagang Kambing Masjid Raya

Peringatan tersebut disampaikan Burhanuddin, setelah beberapa kali melakukan upaya persuasif.

Penulis: Muh. Abdiwan | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH ABDIWAN
Lurah Barayya, Burhanuddin, SE memperingati pedagang kambing di Jalan Masjid Raya, agar segera pindah Selasa (29/3/2022) . Peringatan tersebut disampaikan Burhanuddin, setelah beberapa kali melakukan upaya persuasif. 

TRIBUN-TIMUR.COM MAKASSAR - Lurah Barayya, Burhanuddin turun menyampaikan peringatan kepada pedagang kambing di Jalan Masjid Raya, agar segera pindah.

Peringatan tersebut disampaikan Burhanuddin, setelah beberapa kali melakukan upaya persuasif.

"Kami sudah dua kali melakukan pemberitahuan kepada pedagang kambing agar tidak menggunakan lorong untuk berjualan. Ini kami masih persuasif. Kalau tidak diindahkan kami akan tertibkan," tegas Burhanuddin, Selasa (29/3/2022).

Burhanuddin mengatakan, upaya penertiban terhadap pedagang kambing di wilayahnya sudah dilakukan oleh beberapa lurah sebelumnya, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

"Kalau tidak salah sudah tiga lurah berganti upaya itu (penertiban) dilakukan, tapi si pedagang kambing menolak pindah sampai hari ini," kata Lurah Baraya yang baru menjabat lebih dari tiga bulan itu.

Dia menjelaskan, penertiban didadari oleh penggunaan fasilitas umum (fasum), yakni akses jalan masuk warga (lorong), selama puluhan tahun. Penyalahgunaan fasum, kata dia, merupakan pelanggaran hukum, termasuk Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2003 tentang Ketentuan Perizinan Usaha Dibidang Peternakan dan Pengenaan Retrubusi atas Pemeriksaan Kesehatan Serta Daging Dalam Wilayah Kota Makassaf

Dimana dalam BAB III tentang Kewajiban dan Larangan, Pasal 4 ayat 2 berbunyi "Selain unggas dilarang menampung menyimpan, memlihara ternak di kelurahan yang dinyatakan bebas ternak sesuai oleh Wali Kota" 

Adapun dasar larangan ternak di dalam kota sesuai dengan Peraturan Wali Kota Makassar Perwali Nomor 524 tahun 2010, tentang Larangan Melakukan Kegiatan Ternak di Dalam Kota Makassar.

"Pedagang kambing di sana hanya satu orang saja dan sudah 20 tahun menggunakan fasum. Dasar penertiban kami sudah kuat, pertama penyalahgunaan fasum, kedua melanggar perda dan perwali. Jalan Masjid Raya juga jalan protokol yang harus bersih dari keberadaan hewan ternak. Kami juga punya surat penolakan warga," tegas Burhanuddin.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama unsur Tripika, TNI/Polri yang selanjutnya meminta pihak Satpol PP Kota Makassar untuk melakukan penindakan di lapangan.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved