Perang Rusia Ukraina
Zelensky Klaim Ukraina Dekati Kemenangan tapi Pasukan Chechnya Kibarkan Bendera Rusia di Mariupol
Dalam pernyataannya, Zelensky mengatakan, Ukraina harus bergerak menuju perdamaian dan membawa kemenangan lebih dekat
TRIBUN-TIMUR.COM - Pesiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim negaranya semakin dekat dengan kemenangan.
Ia pun mengatakan Rusia pasti akan takut menyerang Ukraina jika tahu kesulitan yang didapat.
Hal itu diungkap Zelensky pada pidatonya, Kamis (24/3/2022) malam waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Zelensky mengatakan, Ukraina harus bergerak menuju perdamaian dan membawa kemenangan lebih dekat.
“Ini sudah hari ke-30. Ini sudah sebulan! Jika Rusia tahu apa yang akan mereka hadapi, saya yakin mereka akan takut datang ke sini,” tuturnya dilansir dari Sky News.
“Dunia telah memberikan sanksi yang menghancurkan (kepada Rusia), dan kami meraih kesepakatan yang baru,” tambahnya.
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengaku pasukan Chechnya telah menguasai balai kota mariupol, Ukraina, Kamis (24/3/2022).
Ia pun menegaskan telah mengibarkan bendera Rusia di balai kota yang terletak sebelah tenggara kota Ukraina yang tengah dikepung tersebut.
Hal itu diungkapkan Kadyarov melalui postingan Telegram video rekaman telepon di Chechnya.
“Mereka (pasukan Chechnya) mengirim radio telah membebaskan gedung dari otoritas Mariupol dan mengibarkan bendera di sana,” ujarnya di Telegram dikutip dari NDTV.
Kadyrov, yang merupakan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin itu menambahkan pasukan Ukraina yang disebutnya bandit, telah kabur dan begitu saja meninggalkan posisinya.
“Unit lain bergerak secara parallel melalui kota dan membersihkan kotoran Azov,” katanya.
Apa yang dimaksud oleh Kadyarov adalah kelompok militer sayap kanan Ukraina, Batalion Azov.
“Jika Tuhan menghendaki, Mariupol akan segera benar-benar dibersihkan,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Volodymyr-Zelenskyy-memperingatkan-jika-ada-upaya-negosiasi-yang-gagal.jpg)