Breaking News:

Personel Polres Bantaeng, Jeneponto & Bulukumba Dibekali Cara Penanganan Kasus Kematian Tak Wajar

Sosialisasi yang dibuka Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Burhan, untuk mengenalkan fungsi kedokteran forensik (dosdik).

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
humas polres
Kedokteran Forensik Sub Bidang Dokpol Bidokkes Polda Sulsel menggelar sosialisasi di Aula Endra Dharmalaksana 99 Polres Bantaeng, Rabu (23/3/2022) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kedokteran Forensik Sub Bidang Dokpol Bidokkes Polda Sulsel menggelar sosialisasi di Aula Endra Dharmalaksana 99 Polres Bantaeng, Rabu (23/3/2022) siang.

Sosialisasi yang dibuka Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Burhan, untuk mengenalkan fungsi kedokteran forensik (dosdik).

Khususnya kepada para personel reserse kriminal, dokter dan petugas kesehatan lainnya.

Pematerinya Kaur Dosdik Biddokkes Polda Sulsel dr Ria Haerani Haruna dan dr Denny Mathius.

Materi yang dipaparkan, mulai olah TKP, Visum Et Repertum, Autopsi, Exhumasi, DNA Profiling, Rikkes Tahanan dan administrasi penyidikan.

dr Ria mengatakan, kegiatan sosialisasi forensik itu bertujuan memberikan gambaran peran tugas pokok Dokpol.

Utamanya dalam mendukung tugas kepolisian dalam hal penyelidikan dan penyidikan.

Khususnya, dalam penegakan hukum secara scientific crime investigation.

"Di zaman saat ini, pengungkapan harus secara ilmiah dan fakta yang ditemukan," kata dr Ria.

Ia mencontohkan, seperti kasus kematian seseorang yang dianggap misterius atau penemuan mayat.

Pada kasus itu, perlu dilakukan tindakan autopsi untuk mengungkap penyebab kematian.

"Gambaran dan pemahaman tentang autopsi mengetahui penyebab kematian agar menjadi titik terang penyidikan dan terangnya kasus tindak pidana," ujarnya.

Selain personel Polres Bantaeng, sosialisasi itu juga diikuti perwakilan Satreskrim Polres Jeneponto dan Bulukumba.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved