Menteri Luhut Capek Dengar Istilah Kadrun Lawan Kadrun, Abu Janda: Lawan Kadrun Itu Kami, Barisan. .

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku capek dengar istilah "kadrun lawan kadrun".

Editor: Sakinah Sudin
Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin
Kolase: capture video Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (Instagram @permadiaktivis2) dan Abu Janda Instagram @permadiaktivis2). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda turut berkomentar terkait pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengaku capek dengar istilah "kadrun lawan kadrun".

Abu Janda menanggapi pernyataan Menteri Luhut itu lewat sebuah video parodi yang diposting di akun Instagram @permadiaktivis2, Kamis (17/3/2022).

"pak @luhut.pandjaitan bilang capek dengar istilah "Kadrun Lawan Kadrun" emoji) izinkan saya jelaskan ya pak (emoji)

yang dimaksud kadrun itu kelompok seperti FP*, 212, dkk yang selalu bikin gaduh musuhi pak @jokowi ,

musuhi POLRI, musuhi TNI, musuhi jend @dudung_abdurachman dsb (tidak merujuk ke suku/ras tertentu).

jadi lawan kadrun itu kami: barisan nasionalis yang cinta pak jokowi & tidak rela TNI POLRI dimusuhi oleh mereka (emoji)

mohon izin saya sertakan sebuah lagu parodi rock & blues tentang "kadrun" semoga menghibur bapak lord ya pak (emoji)," tulis Abu Janda pada caption, dikutip Tribun-timur.com.

Diketahui, pernyataan Menteri Luhut soal capek dengar istilah "kadrun lawan kadrun" diungkapkan saat membahas wacana penundaan pemilu.

Dilansir Tribun-timur.com dari Kompas TV, Menteri Luhut menjadi salah satu tokoh publik yang ikut menggulirkan isu penundaan Pemilu 2024 dan wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

Karena itu, Luhut yang ingin Pemilu 2024 ditunda, mempertanyakan alasan mengapa Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus turun dari jabatannya.

"Saya tanya kamu, apa alasan orang bikin Pak Jokowi turun? Ada alasannya?," kata Luhut dikutip dari Kompas.com pada Rabu (16/3/2022).

Luhut mengatakan, banyak pihak yang bertanya kepadanya mengapa harus menghabiskan dana begitu besar untuk menyelenggarakan pemilu.

Sebab, kata dia, situasi saat ini masih ada  pandemi virus corona atau Covid-19 yang belum selesai.

"Kenapa duit segitu besar, itu kan banyak itu mengenai pilpres mau dihabisin sekarang, mbok nanti lah, kita masih sibuk kok dengan Covid, keadaan masih begini, dan seterus-seterusnya. Itu pertanyaan," ujarnya.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved